PeristiwaTerkini

‘In Memorium, Nasrul Koto Pewarta Koran Pos Kota’ Oleh: Rinaldi Rais

DEBAR.COM.-DEPOK- “Mang Acung.” Begitulah Nasrul Koto menyebut diri untuk berakrab-akrab ria saat berkenalan pertama di Depok.

Saat itu saya baru ditugasi Surat Kabar Harian Pos Kota bagian kriminal, mendampingi pewarta bagian kewilayahan setempat tersebut.

Berperawakan kurus dengan wajah ganteng melankolis serupa Herman Felani, aktor film 1990-an sekelas Rano Karno, itu selalu menunjukkan keramahan seorang mantan foto keliling yang kerap dikelilingi ibu-ibu dan remaja yang ditemuinya.

“Pak Nasrul menjadi pewarta Pos Kota karena aktivitas kesehariannya sebagai Tukang Foto Keliling, dan ditugasi redaktur untuk mewartakan plus foto-foto kegiatan ibu-ibu PKK tingkat kelurahan hingga seremonial Pemda Depok,” ujar Agus Suzana, pensiunan Wartawan Pos Kota Wilayah Bekasi, mengenang.

Oh iya, Saya juga baru teringat bahwa Mang Acung ini setia dengan motor Vespa sesuai generasi umurnya yang sudah tidak muda lagi.

Hasilnya, anak-anak dan cucunya sudah menikmati kejayaannya seperti menjabat di Dishub Pemkot Depok, Anggota Polres Depok, hingga di antaranya sempat meneruskan karir Sang Bapak sebagai wartawan televisi swasta.

Namun, pelan tapi pasti, usia tuanya sekitar 80-an tahun menggerogoti tubuh rentanya dengan sakit-sakitan. Sampai satu ketika Saya dan Istri berhenti di lampu setopan pertigaan Jalan Nusantara, arah Kukusan Beji dan Jalan Arif Rahman Hakim.

Tetiba di lampu setopan hijau Jalan AR Hakim dikejutkan bunyi klakson motor & mobil, saat seorang tua tanpa kayu tongkat berjalan perlahan menyeberang. Spontan, Saya langgar lampu merah terus merapatkan motor ke arah orangtua penyeberang sambil meminta Istri turun untuk menuntun sang kakek sampai di pinggir jalan.

“Astaghfirullah, Mang Acung. Masih kenal saya?”

“Siapa ya? Maaf saya lupa dan mata saya kurang jelas melihat”

“Saya Rinaldi, Mang Acul. Kenapa sendirian, mau kemana?” tangisku sambil memeluk tubuh renta yang rapuh, juga dengan tangisan Pak Nasrul Koto.

Sejak itu Saya tidak tahu keberadaan abangku, bapakku, seniorku, guruku itu, karena bertugas di beberapa kementerian dan DPR RI. Sampai akhirnya, kutahu saat diberi penghargaan bertepatan Hari Pers Nasional, baru-baru ini.

Bahkan, belum sempat silaturahim, tetiba dikabari Nasrul Koto wafat Rabu (31/3/2021) jam 15:00 di rumah duka Kampung benda barat RT 005 RW 05 nomor 58A Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Depok.

Innalillahi wainnalillahi rojiun, semoga Allah SWT tempatkan di Surganya sesuai amal baik dengan menghapus kelalaian & dosanya serta dilapangkan & diterangi Alam Barzakhnya, juga yang ditinggalkan memaafkan serta diberi ketabahan.

Selamat jalan seniorku, tunggu kami di Surganya Illahi Robbi. Aamin ya Mujibassailin.(RR/Debar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close