Da'wahRagamTerkini

Meneladani KH. Hasyim Muzadi Dari Humor Hingga Ketulusan

DEBAR.COM.-DEPOK- Peringatan rangkaian Haul ke-4 Alm. KH. Hasyim Muzadi berlangsung khidmat. Meski di masa Pandemi, rangkaian kegiatan diselenggarakan secara offline dan online. Mulai dari zikir, tahlil, doa, khataman Al-qur’an 30 juz bila ghoib (tanpa melihat teks) oleh para santri, selain itu juga doa dari para jamaah. Bagi keluarga, sosok mantan Ketum PBNU ini memiliki kesan tersendiri. Seperti yang diungkapkan oleh putra bungsunya KH. Yusron Ash-Shiddiq, MA.

“Yang bisa diteladani oleh keluarga adalah amal dan ahwal Abah Hasyim Muzadi. Amal adalah kesalihan dzahir, adapun ahwal adalah ketulusan batin,” terangnya di Pesantren Al-Hikam, Kukusan, Beji, Depok, Jumat (02/04/2021).

Menurutnya, meneladani Abah Hasyim, para Kiai, bahkan Rasulullah SAW pun perlu mempertimbangkan dua hal ini
Ia mencontohkan, meneladani guyonan (humor) Abah Hasyim ketika ceramah, perlu dilihat kenapa kerap kali melontarkan humor-humor cerdas.

“Abah pernah mengatakan bahwa rata-rata orang awam mampu fokus mendengar ceramah selama 10 menit. oleh karena itu, beliau menyelipkan humor pada tiap durasi 10 menit. Amal nya adalah humor, ahwalnya menjaga fokus jemaah ketika mendengar ceramah,” paparnya.

Yusron mengungkapkan, hal ini tentu berbeda dengan orang yang sekedar guyon, atau ceramah tapi tidak perduli jemaah fokus atau tidak. Nampaknya sederhana, namun inilah rahasia ceramah Abah diterima walaupun sedang melontarkan kritik.

“Hari ini kita menyaksikan banyak perkataan baik justru melahirkan kebencian. Hal itu karena panah amal tidak melesat dari ketulusan busur ahwal, sehingga amal baik mencederai banyak pihak,” terangnya.

Selain itu, ia menilai ayahnya sudah menunjukkan bahwa kematian merupakan konsekuensi dari cara kita hidup. Meski begitu, dirinya tidak mengatakan bahwa almarhum adalah orang yang tak pernah salah. Namun, dirinya menyaksikan beliau konsisten menjaga ahwal dalam amal hingga akhir hayatnya.

“Man asyroqot bidayatuh, asyroqot nihayatuh. Siapa yang bersinar pada awalnya, akan bersinar pula akhirnya. “Siapa yang ingin meninggal seperti abah hasyim, hendaknya hidup melestarikan amal, dan merawat ahwal,” tandasnya. (MFR/Debar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close