PemkotRagamTerkini

Miras Merajalela Di Depok, Dari Razia Sampai Kasatpol PP Dituding Terima Suap

DEBAR.COM.-DEPOK- Ironi Depok dikenal sebagai Kota Religius masih banyak ditemukan Minuman Keras (miras). Keluhan tersebut datang dari masyarakat, yang masih bisa mendapati miras. Bahkan, melalui pencarian google dengan mengetik miras di Depok maka akan muncul lokasi yang dituju. Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengungkapkan jelang tahun baru sedikitnya 3.115 botol miras bernilai Rp 157.750.000 dimusnahkan. Menurutnya, Razia tersebut dari bulan Agustus sampai Desember. Di tengah usaha melakukan penertiban miras, dirinya justru melaporkan seorang netizen karena menuduh dirinya menerima suap dari bandar miras.

“Saya datang ke Polres untuk membuat laporan Polisi terkait postingan satu akun yang menyatakan bahwa saya, selaku Kasatpol-PP menerima setoran dari bandar miras,” ujarnya pada awak media, Sabtu (02/01/2021) lalu.

Linda melaporkan akun Herry Hersong Pansila atas unggahannya di Facebook. Dalam unggahannya berbunyi: “Kabarnya Linda Kasatpol PP dapat setoran dari bandar miras samping Pemkot Depok, karena hingga hari ini enggak mampu tutup kios miras tersebut,”. Pihaknya terpaksa menyikapi hal ini secara serius karena tuduhan tersebut tidak mendasar dan merupakan pembohongan publik.

“Saya selaku pribadi dan juga institusi merasa terganggu. Karena saya merasa tidak pernah mendapat setoran dari siapapun, dari manapun dan terkait apapun. Sebab, itu melanggar dan tidak pernah kami lakukan,” katanya.

Ia khawatir, postingan tersebut menimbulkan persepsi negatif terhadap citra, maupun kinerja aparat, khususnya Satpol PP Kota Depok. Menurutnya, arti tulisan kabar dalam postingan di Facebook tersebut sudah merupakan seperti pemberitaan bukan lagi kabarnya. Untuk itu, laporan dilakukan sesuai surat laporan STPOL/03/K/1/2021/Restro Depok Dugaan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial ancaman Undang-Undang ITE Pasal 27 (3) No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE dengan terlapor seorang Netizen di jejaring sosial Facebook.

“Dampak dari postingan itu khawatir menggiring opini publik yang membenarkan statmen tersebut. Maka itu perlu saya tindak lanjuti sesuai proses peraturan perundang-undangan,” terangnya.

Dirinya mengaku bahwa perkara ini sudah ditangani Polres dan tinggal menunggu proses lanjutan. Pihaknya mempercayakan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk menyelesaikannya. Terkait Pertemuan Ormas Depok, Linda hanya santai menanggapi adanya pertemuan yang dilakukan terlapor.

“Itu hak mereka, Perkara ini sudah ditangani secara hukum. Kita tunggu saja proses lebih lanjut, percayakan kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikannya,” ujarnya singkat, Rabu (06/01/2020).

Pemkot Depok Siap Lakukan Pendampingan Hukum

Kabag Hukum Setda Depok, Salviadona Tri Partita mengaku pihak siap melakukan pendampingan hukum pada Kasatpol PP Depok.

Menurut dia, hingga saat ini Kasatpol PP belum meminta pendampingan atas kasus hukumnya. “Jika memang dibutuhkan untuk pendampingan kami akan siap. Cuma, belum ada permintaan dari yang bersangkutan,” jelasnya. (AR/Debar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close