RagamTerkiniUMKM

Opini: ‘Memperkuat Daya Saing’ Oleh: Rudi Murodi

DEBAR.COM.-DEPOK- Perbincangan soal daya saing UMKM, seringkali berujung dengan sebuah tanda tanya besar. Secara teori, bila kita mampu meningkatkan daya saing UMKM, mestinya para pelaku UMKM bakal mampu memperbesar penghasilan nya. Bila pendapatan meningkat otomatis kesejahteraan nya menjadi semakin baik.

Sayang, pada kenyataannya, harapan yang idealis itu, sangat sulit terwujud secara merata. UMKM tetap bertengger pada daya saing yang lemah dan tetap terjebak dalam situasi yang riskan dalam mengembangkan bisnisnya apalagi dimasa pandemi .

Atas dasar pengalaman yang ada, sebetulnya daya saing UMKM dapat dipersepsikan sebagai ‘kemampuan pelaku UMKM dan kewenangan pelaku UMKM dalam mengelola usaha mikro yang digelutinya’. UMKM akan memiliki daya saing yang kuat, jika potensi yang dimilikinya dapat dikembangkan seoptimal mungkin, disamping disiapkan pula suasana pasar yang kondusif.

Selama ini kemampuan UMKM umumnya diukur oleh pemahaman yang mendalam dari pelaku UMKM terhadap sikap, tindakan dan wawasan nya terhadap produksi, pasar atau distribusi dan konsumsi, yang diperoleh melalui proses pendidikan dan latihan, pelaksanaan.

Sedangkan kewenangan UMKM dapat diterjemahkan bahwa pelaku UMKM memiliki keleluasaan dan otoritas untuk melaksanakan kata hatinya dalam melakukan keputusan-keputusan, baik pribadi atau usaha mikronya.

Di sisi lain penting dikenali juga apa yang disebut dengan bargaining posision. Berdasarkan pemikiran yang menyeluruh. Bargaining posision atau ‘posisi tawar UMKM’ merupakan salah satu prasyarat penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Instrumen yang dapat dijadikan indicator adalah adanya informasi harga/ pasar dan bimbingan harga/pasar yang pasti.

Untuk meningkatkan daya saing UMKM dibutuhkan adanya rekayasa berbagai kebijakan dan strategi, baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan, maupun monitoring yang dilakukan. Paling tidak ada tiga rekayasa yang perlu ditempuh, yaitu rekayasa teknologi, rekayasa sosial-ekonomi-budaya dan rekayasa kelembagaan.

Untuk lebih mencerahkan para pelaku UMKM dalam semangat meningkatkan daya saingnya, maka pendampingan disisi produksi, pemasaran dan administrasi keuangan merupakan langkah yang perlu ditempuh, agar diperoleh hasil yang maksimal.

Penyuluhan di sisi produksi sebaiknya diarahkan pada langkah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. Sedangkan penyuluhan pemasaran lebih ditekankan pada upaya meningkatkan kualitas produksi yang dihasilkan.

Kini pokok masalahnya sudah tergambarkan. Upaya meningkatkan daya saing UMKM merupakan upaya lain untuk meningkatkan kesejahteraan hidup para pelaku UMKM yang sampai saat ini masih menggunakan popularitas sebagai ukurannya.

#melepasmu atau menua bersamamu#. (RED/Debar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close