PendidikanRagamTerkini

STAISKA Gandeng Gusdurian Penguatan Kampus Berbasis Literasi

DEBAR.COM.-SAWANGAN, DEPOK- Rendahnya minat baca buku di kalangan mahasiswa sudah menjadi fenomena umum di dunia kampus. Belum lagi, fenomena adanya kampus yang terpapar paham radikal dari kalangan mahasiswa. Atas keprihatinan tersebut, Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Karimiyah (STAISKA) Depok menggandeng Gusdurian Depok memperteguh sebagai kampus berbasis literasi.

“Kita merasa terpanggil untuk melakukan penguatan kampus sebagai  basis literasi toleransi dan deradikalisasi. Sebab, mahasiswa yang akan membaur dan berasimilasi dengan  masyarakat perlu pembekalan ilmu pengetahuan yg memadai. Diantaranya: menyangkut tentang ideoligi, politik, ekonomi, sosial maupun budaya,” ujar Ketua STAISKA Depok H. A. Fatih di kampus STAISKA, Sawangan, Sabtu (22/02/2020).

Koordinator Gusdurian Kota Depok Mansur Al-Farisi menuturkan pihaknya mendukung penguatan kampus berbasis literasi. Menurutnya, perangkat penguatan literasi bisa diisi dengan kajian rutin (kantin) ekstra kampus yang difasilitasi. Sehingga, mahasiswa tidak hanya membaca saja, tapi akhirnya bisa menulis. Ia menuturkan, kunjungan 10/500 mahasiswa perhari ke perpustakaan belum tentu sadar literasi.

“Tentunya, masih ada perangkat lain menuju kampus berbasis literasi. Selain infrastruktur, fasilitas buku perpustakaan, multimedia, kajian maupun diskusi, juga SDM yang mengelolanya. Dengan penguatan literasi efek  keluaran mahasiswanya menjadi tangguh dengan skill dan kelebihan. Sampai saat ini, melalui Gusdurian Depok sudah mendonasikan buku sebanyak 350 judul dan terus akan bertambah,” paparnya.

Penanggungjawab Perpustakaan STAISKA Masduki A Sayuti mengungkapkan pihaknya mengembangkan Perpustakaan dan bekerjasama dengan Gusdurian Depok.

Ia mengaku masih mengalami keterbatasan judul buku atau katalog yang ada baru 580 judul buku. Menurutnya, idealnya  perpustakaan memiliki 10 ribu judul buku.

“Sebagai solusi dengan menganjurkan mahasiswa yang akan lulus dan aktif untuk mendonasikan dua buku. Sebab, tidak sedikit  mahasiswa yang datang ke perpustakaan hanya mencari buku referensi untuk tugas. Kita terus berupaya dalam mengembangkan kampus berbasis literasi ini,” tandasnya. (MFR/Debar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close