Da'wahTerkini

SYIAR DEBAR ‘Belajar Dari Lalat’ Oleh: Ustad Dr.Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK- Allah SWT menjadikan hal terkecil seperti nyamuk hingga terbesar di alam semesta ini sebagai ‘ibrah (pelajaran) bagi orang yang pandai menangkap ‘ibrah tersebut (ulul albab). Diantara hal kecil yang bisa diambil pelajaran darinya adalah lalat.

Jenis serangga kecil yang diacuhkan, diabaikan dan sangat tidak diinginkan kehadirannya. Banyak orang lalai tentangnya, tetapi orang yang beriman akan sadar, bahwa ciptaan Allah SWT yang diabaikan tersebut merupakan pelajaran bagi hamba-Nya. Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik.” (QS. Al-Baqarah : 26).

Lalat adalah serangga yang tahan banting. Berapa kali ia di usir dan ia tetap datang, meski dipukuli bahkan di kejar, ia tetap kembali. Lalat memiliki daya juang tinggi, tidak perduli betapapun sulitnya ia berusaha hinggap di tempat tujuannya, tak jarang, demi mencapai tujuannya, mereka mati kelelahan atau mati karena dipukuli.

Itulah lalat, serangga terabaikan yang pantang menyerah. Daya juang inilah yang disebut dengan himmah al-‘aliyah.

Seekor semut saja memiliki himmah al-‘aliyah untuk mencapai tujuan walau hanya berjalan kaki, membawa beban berat. Tak jarang beban itu jatuh dan semut itu harus kembali lagi untuk mengambil bawaannya. Atau ia harus berjalan naik ke atas, tak jarang ia jatuh, tetapi ia kembali lagi ke atas dan begitu seterusnya, hingga ia bisa mencapai puncak atap.

Inilah serangga atau hewan kecil yang sering kita abaikan, padahal pada mereka itulah ada pelajaran besar bagi kita.

Jika semut dan lalat memiliki himmah al-‘aliyah padahal mereka tidak memiliki akal budi, lalu bagaimana dengan kita, selaku manusia yang dianggap makhluk paling sempurna.

Sudah seharusnya kita memiliki daya juang mencapai cita-cita dan tahan banting untuk mendapatkannya, dan kita tidak perlu bingung tentang tujuan kita yang harus diperjuangkan, itulah untuk menjadi hamba Allah SWT yang sebenar-benarnya hamba.(MUKHRIJ/Debar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close