Da'wahTerkini

Syiar Debar ‘Keagungan Nisfu Syaban’ Oleh Ustad Dr.Mukrihj Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK- Allah SWT memilih diantara sekian malam-Nya sebagai malam mulia, seperti malam Lailatul Qadr, malam Jumat, dan malam hari raya (‘Id), dan diantara malam yang mulia itu adalah nisfu Syaban atau pertengahan Syaban yaitu malam ke-15 bulan Syaban. Pada malam tersebut para ulama menganjurkan untuk meningkatkan ibadah, khususnya saat pergantian dari siang menuju malam (maghrib) hingga Isya.

Banyak sebutan untuk malam Nisfu Syaban, diantaranya adalah Imam Syihabuddin Ahmad bin Hijazi al-Fasyni as-Syafi’i rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfatul Ikhwan fi Qira’atil Mi’ad fi Rajab wa Sya’ban wa Ramadhan” mengistilahkan malam tersebut dengan “Malam Pembebasan”, “Malam Berdoa”, “Malam Pengijabahan”, “Malam Pengampunan dan Pembebasan dari Api Neraka”, dan lain-lain.

Imam as-Syafi’i rahimahullah dalam kitabnya “al-Umm” menyatakan , “Telah sampai (riwayat) pada kami bahwa sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam, yaitu malam jum’at, malam hari raya Idul Adha, malam hari raya ‘Idul Fitri, malam pertama di bulan Rajab dan malam nisfu Syaban.” Bahkan ulama kontemporer seperti Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki juga memiliki karya khusus yang diberi judul “Madza Fi Sya’ban”.

Sayyid Syekh Abdullah bin Muhammad bin as-Shiddiq al-Ghumari rahimahullah dalam karyanya “Husnul Bayan fi Lailati an-Nisfi min Sya’ban” telah menuturkan beberapa riwayat hadits, diantaranya riwayat Imam Ibn Hibban rahimahullah dalam kitab “shahih” nya dari jalur sahabat Mu’adz bin Jabal radiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah memperhatikan (mencurahkan rahmat) kepada para hamba-Nya di malam nisfu Syaban, maka Ia ampuni dosa semua hamba-Nya di malam tersebut kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang masih menyimpan kedengkian atau permusuhan ( al-Musyahin )”.

Masih banyak lagi riwayat serta pendapat para ulama tentang keagungan Nisfu Syaban, dan diejawantahkan dalam berbagai amalan baik di Indonesia. Maka, apapun bentuk amalan itu diperbolehkan selama sesuai dengan payung syariat. Singkatnya, malam Nisfu Syaban adalah malam untuk kita melakukan kebaikan apapun yang kita bisa lakukan dalam rangka mengharapkan limpahan rahmat Allah SWT.(MUKRIJH/Debar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close