Da'wahTerkini

SYIAR DEBAR ‘Keutamaan Kafilul Yatim’ Oleh: Ustad Dr.Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK- Tidak kurang dari 23 kali Al-Qur’an menyebut kata yatim dalam berbagai bentuk, tunggal 8 kali, mutsanna atau dua yatim 1 kali, dan plural 14 kali. Adapun yang paling banyak disebut di dalam surat an-nisa. Ini mungkin suatu isyarat bahwa antara yatim dengan perempuan adalah 2 golongan yang sangat perlu di lindungi dan diperhatikan khususnya wanita-wanita janda yang menanggung beban anak yatim.

Dalam surat Al-Ma’un Allah SWT secara tegas menyatakan bahwa orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan faqir miskin adalah pendusta-pendusta agama. Jika di tarik dalam metode qiyas (analogi), kalau menghardik dan tidak memberi makan saja adalah pendusta agama, apalagi orang yang merampas, mencurangi serta mengkorupsi harta orang miskin dan anak yatim, tentu derajat kedurhakaannya lebih tinggi.

Orang yang berangkat haji itu, lelah, letih, payah, mahal, lama, kalau dia mabrur maka pahalanya itu surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “al hajju al-mabrûr laisa lahû jazâ’ illa al-jannah” (haji mabrur tidak ada lain pahalanya kecuali surga) HR. Ahmad. Tapi surga yang mana, tidak dijelaskan lebih lanjut, intinya hanya “sekedar” surga.

Tapi, kalau orang menyantuni anak yatim maka pahalanya itu bertetangga dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga “ana wa kâfilu al-yatîm fi al-jannati hâkadza” (aku dengan orang yang menanggung beban anak yatim di surga seperti ini, lalu beliau menunjuk jari telunjuk dan tengahnya) HR. Al-Bukhari.

Kalau diperhatikan, orang cape-cape pergi haji, jauh, mahal, kalau mabrur pahalanya surga, hanya surga. Tapi menyantuni anak yatim itu bertetangga dengan Rasul, dan kita pasti mengerti surga Rasul itu seperti apa, surga paling elit dan istimewa, bukan sekedar surga. Maka dari itu, menanggung beban anak yatim itu pangkatnya lebih tinggi dari haji yang kedua ketiga, apalagi hanya sekedar umrah. Disinilah kita harus mengerti mana ibadah yang prioritas. (MUKHRIJ/Debar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close