Da'wahRagamTerkini

SYIAR DEBAR: ‘Kiat Sukses Puasa Ramadhan’ Oleh: Ustad Dr.Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK- Sukses menjalankan puasa Ramadhan berarti sukses mencapai tujuan yang ditetapkan oleh Sang Pencipta Ramadhan, yaitu untuk menaikkan kelas orang yang beriman menjadi beriman yang bertaqwa, karena banyak yang beriman namun tidak bertaqwa. Maka, tujuan puasa Ramadhan bukan sekedar lebaran, liburan apalagi belanja menghabiskan uang. Lalu bagaimana kiat kita untuk sukses menjalani puasa Ramadhan? Berikut keterangannya.

Pertama: Memiliki niat yang kuat dan rencana yang jelas untuk memaksimalkan bulan Ramadhan sebagai moment meraih banyak keberkahan dan Rahmat Allah SWT, baik dengan membaca Al-Quran, dzikir, mempelajari agama, dan lainnya yang dalam bahasa hadis disebut dengan “ihtis├óban”. Rasulullah SAW bersabda “Siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtis├ób, diampuni dosanya yang telah lalu”

Kedua: Membersihkan hati (qalbu) dari berbagai macam kotoran dan penyakit, seperti hasud (dengki), suudzon (buruk sangka) kepada orang lain dan sebagainya yang mungkin banyak mengenai kita sebelum Ramadhan. Karena, penyakit dan kotoran hati sedikit banyak akan mempengaruhi kualitas ibadah kita. Jika ada yang mungkin menyakiti hati kita hendaknya dimaafkan, atau kita menyakiti orang lain hendaknya segera meminta maaf.

Ketiga: Sebisa mungkin mengurangi aktivitas formal yang kiranya menghalangi untuk berpuasa dan menjalankan ibadah bulan Ramadhan dengan maksimal. Karena sebelas bulan sudah sangat cukup untuk lelah mengejar dunia, satu bulan inilah moment terbaik untuk bermuhasabah (intropeksi diri atas apa yang pernah dan akan kita lakukan), inilah moment terbaik untuk merajut hubungan cinta dengan Allah SWT yang mungkin telah lama renggang.

Jangan sampai kita keluar dari Ramadhan dalam keadaan rugi, yaitu orang yang tidak serius menjalani Ramadhan, tidak memiliki himmah ‘aliyah (cita-cita luhur) untuk menjadi hamba Allah yang naik kelas. Rasul SAW bersabda “Berapa banyak orang berpuasa, namun puasanya tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus”. Dalam riwayat lain disebutkan “Celakalah orang yang masuk pada bulan Ramadhan, kemudian bulan Ramadhan itu lewat dan dosanya belum diampuni”, Na’udzubillah. (MS/Debar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close