Da'wahTerkini

SYIAR DEBAR ‘Tanda Baiknya Islam Seseorang’ Oleh: Ustad Dr. Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK- Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Isma’il Al-Bukhori rahimahullah meriwayatkan sebuah hadis Rasulullah SAW “Siapa yang (mengaku) beriman pada Allah SWT dan hari akhir, maka berkata-katalah yang baik atau (jika tidak bisa berkata baik maka lebih baik ia) diam. Siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka muliakan tetangganya, dan siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hormatilah tamunya”.

Imam Ibnu hajar Al-Atsqallani rahimahullah menyatakan bahwa hadis ini “jâmi’ kalim” (singkat, padat, dan menyeluruh) karena mencakup akhlaq qauliyah (perkataan) dan fi’liyyah (perbuatan). Meskipun ada satu akhlaq lagi yaitu qalbiyah (akhlak dalam hati), karena boleh jadi lisannya baik, perbuatannya baik, tetapi dalam hatinya menyimpan kebencian. Maka Perkataan, perbuatan dan hati semestinya selaras.

Wasiat Rasul SAW pertama tentang menjaga lisan. Memperperhatikan apakah yang kita ucapkan mendatangkan pahala, bermaanfaat di dunia dan akhirat atau tidak? Jika tidak, maka hendaknya ia diam. Ada pepatah menyatakan “diam itu emas”, pepatah ini berlaku bagi orang yang lisannya kerap menjadi sebab bencana. Karena berapa banyak orang hebat yang jatuh tergelincir akibat lisannya. Ibarat ikan, justru karena tidak bisa mengunci lisannya, ia terjerat kail pancing.

Kedua, Rasul SAW berwasiat untuk memuliakan tetangga. Bayangkan, jika satu wasiat ini saja dipraktekkan, maka masyarakat kita pasti menjadi masyarakat yang kondusif, harmonis, dan jauh dari konflik. Yang ada sekarang budaya individualistis, tetangga jarang bertemu tetangganya karena terhalang tembok besar. Padahal orang pertama yang akan menolong kita jika satu saat kita mendapatkan musibah adalah tetangga terdekat kita, dan bahkan bukan orang tua kita atau saudara kita yang lain”

Ketiga, Rasul SAW berwasiat agar menghormati tamu. Tamu datang dengan membawa keberkahan bagi tuan rumah, dan ia kembali dengan gugurnya dosa-dosa tuan rumah. Maka hendaknya jangan biarkan tamu itu tidak merasakan makanan di rumah kita, antarkan ia saat pulang sampai  ia perlahan hilang dari pandangan mata. Insyaallah jika tiga hal ini dipraktekkan masyarakat kita akan semakin dilimpahi keberkahan karena menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. (MUKHRIJ/Debar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close