SYIAR DEBAR ‘Tahun Baru Islam dan Merebaknya Kebatilan’ Oleh: Ustad Dr.Mukhrij Sidqy, MA
DEBAR.COM.-DEPOK- Alkisah ketika polemik panas terjadi dalam penentuan tahun Islam, ada banyak pilihan, antara lain dihitung sejak kelahiran Nabi, sejak turunnya wahyu pertama, atau sejak kerasulan, “Dengan cerdas Usman RA mengusulkan tonggak sejarah yang ditandai oleh peristiwa Hijrah dan tahunnya menjadi tahun Hijriyyah. Filosofi beliau, “Al-hijratu farraqat baina al-haqqi wa al-bathil”. Bahwa hijrah itu penanda nyata beda antara yang benar dan haq; dengan yang bathil atau kegelapan,” ujarnya.
Banyak kebathilan yang menjangkiti masyarakat Indonesia yang notabenenya adalah muslim. Dua bidang yang paling besar adalah sosial dan ekonomi. Di bidang sosial, kini terlihat semakin merebaknya peminta-minta di jalan yang secara gamblang mengeksploitasi anak di bawah umur bahkan balita. Celakanya, meski banyak orang yang melihat dan pastinya sudah diketahui oleh aparat terkait, namun sama sekali tidak ada tindakan. Sungguh kebatilan ini bukan hanya buruk tetapi memalukan masyarakat Islam.
Sikap diam terhadap kebatilan adalah dukungan atas kebatilan tersebut. Maka, paling tidak diri kita ini menjadi malu, bagaimana bisa pengemis terorganisir dengan mengeksploitasi anak tersebut semakin merajalela di masyarakat. Ini benar-benar kegagalan struktur masyarakat dan bukti tidak cakapnya aparat menjalankan amanah kekuasaannya. Inilah tugas Tahun Baru kita sebagai umat Islam, merubah kebathilan.
Di bidang ekonomi, banyak ibu-ibu rumah tangga yang terjerat rentenir atau Bank Keliling. Kejadian ini menandakan tiga hal. Bobroknya masyarakat setempat yang enggan peduli saudaranya yang sedang sulit, lalainya aparat setempat, dan matinya ulama atau agamawan di lingkungan tersebut. Bukankah ini sesuatu yang harus dirubah setiap kali mendapati momentum hijrah?
Mari kita naik kelas, dari masyarakat yang ceremonial menuju masyarakat yang substansial. Mengerti mana yang prioritas. Tahun baru bukanlah momen bakar petasan, atau bakar ayam, atau hanya sekedar menabuh rebana keliling kampung. Momen tahun baru Islam adalah momen kebangkitan Islam dan usaha untuk membenahi diri dan masyarakat dari kebathilan.(MUKHRIJ/Debar)
