Syiar Debar ‘Bersihkan Hati Sambut Ramadhan’ Oleh: Dr. KH. Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK- Layaknya kedatangan tamu, maka bulan Ramadhan harus disambut dengan senang, di antara menyambutnya adalah dengan mensucikan hati. Kenapa harus hati? Karena hati adalah pusatnya jasad. Seperti halnya yang disabdakan Nabi, bahwa: “Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati”.

Cara membersihkan hati bisa dilakukan dengan lima hal, yakni Pertama membaca Al-Qur’an beserta maknanya, Kedua mendirikan sholat malam, Ketiga berkumpul dengan orang sholeh, Keempat memperbanyak berpuasa (khusunya Senin dan Kamis), Kelima dzikir malam sepanjang malam. Bahkan hal ini sudah tidak asing ditelinga kita, karena sudah diadopsi menjadi lirik lagu. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah, sudah sejauh mana kita melaksanakannya ?

Saat menyebut atau membahas mengenai penyakit hati dalam perspektif agama, tentu yang dimaksud bukanlah penyakit hati jasmaniah seperti penyakit hepatitis, liver, sirosis, dan sebagainya. Tetapi hati yang dimaksud adalah organ spiritual atau organ non medical yang menjadi pusat prilaku seseorang yang mempengaruhi persepsi, keyakinan, dan orientasi hidup seseorang, itulah yang dinamakan qalbu.

Karena qalbu bukan merupakan organ medis atau fisik, maka penyakitnya pun non medis dan tak kasat mata. Diantara penyakit itu adalah kibr (sombong) yaitu menganggap diri sendiri lebih mulia dari selainnya, ujub (kagum dengan diri sendiri), hasad (menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain), riya (ingin dilihat dan diakui kebaikannya) dan selainnya. Penyakit ini biasanya tidak disadari oleh penderitanya tetapi diketahui oleh orang yang bersamanya.

Untuk mengobatinya tentu bukan kepada dokter medis melainkan kepada dokter ruhani (murabbi ruh). Jika hati sehat maka ia dinamakan qalbu salim. Inilah qalbu yang akan menghadap Allah SWT dengan penuh kenikmatan. Dan bulan Ramadhan adalah bulan umat Rasulullah SAW semakin mendekat menuju rahmat Allah SWT, maka hendaknya kita mempersiapkannya dengan baik, dan sebaik-baiknya persiapan adalah hati yang sehat.(MUKHRIJ/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button