Ramadan Bersih, Depok Berkah: Integrasi Pendidikan Lingkungan di Sekolah

DEBAR.COM.-DEPOK- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sekolah-sekolah di Kota Depok memiliki momentum strategis untuk memperkuat pendidikan karakter melalui penguatan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan. Ramadan bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekologis yang relevan untuk membentuk generasi yang bersih, disiplin, dan bertanggung jawab.
Salah satu kerangka konseptual yang dapat diadaptasi adalah model pendidikan lingkungan UNESCO yang mencakup tiga komponen utama: education about environment, education for environment, dan education in environment. Kerangka ini dapat diintegrasikan dalam kurikulum, kegiatan sekolah, dan budaya satuan pendidikan secara holistik.
Komponen education about environment menekankan penguatan pengetahuan siswa tentang lingkungan alam, sosial, serta dampak kebersihan terhadap kesehatan dan ekosistem. Materi ini dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPA, IPS, dan Pendidikan Agama dengan menekankan nilai thaharah (kesucian dan kebersihan) sebagai bagian dari iman dan praktik ibadah Ramadan.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk menanamkan kesadaran bahwa kebersihan bukan hanya urusan fisik, tetapi juga bagian dari spiritualitas dan karakter bangsa,” ujar Jiacep, tokoh pendidikan Kota Depok, Sabtu (14/02/2026).
Jiacep mengatakan, Komponen education for environment mendorong pembentukan sikap dan perilaku pro-lingkungan. Sekolah dapat menginisiasi program Ramadan Bersih, kampanye pengurangan sampah plastik, kantin sehat, serta gerakan hemat air dan energi.
“Nilai pengendalian diri, kepedulian sosial, dan kesederhanaan selama Ramadhan menjadi pintu masuk efektif untuk membangun budaya peduli lingkungan,” jelasnya.
Sementara itu lebih lanjut dikatakan, education in environment menekankan pembelajaran melalui praktik langsung. Kegiatan kerja bakti sekolah, bank sampah, urban farming, dan proyek lingkungan berbasis komunitas dapat menjadi laboratorium hidup bagi siswa. Selama Ramadan, kegiatan ini dapat dikaitkan dengan aksi sedekah lingkungan, seperti pemanfaatan hasil daur ulang untuk kegiatan sosial.
“Jika sekolah mampu mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam pembelajaran Ramadan, maka kita sedang menyiapkan generasi Depok yang bersih, berakhlak, dan berdaya saing global,” tambah Jiacep.
Ia menambahkan, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan Kota Depok, penyelenggara pendidikan formal dan nonformal diharapkan mengintegrasikan pendekatan ini dalam materi dan aktivitas Ramadan.
Dengan pendekatan holistik, Ramadan menjadi momentum transformasi karakter siswa menuju masyarakat yang bersih dan beradab, sehingga terwujud Ramadan Bersih, Depok Berkah,” pungkasnya. (AR/Debar)



