
DEBAR.COM.-DEPOK- Ramadan adalah bulan ampunan, namun sering kali manusia justru lalai memanfaatkannya secara maksimal. Ketika hari-hari Ramadan mulai mendekati akhir, seorang mukmin seharusnya semakin memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah.
Al-Qur’an sendiri menggambarkan orang-orang bertakwa sebagai mereka yang selalu memohon ampun atas dosa-dosanya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 135 bahwa ketika mereka berbuat dosa atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka. Ini menunjukkan bahwa kesadaran terhadap dosa harus diiringi dengan kesungguhan untuk kembali kepada-Nya.
Di penghujung Ramadan, istighfar menjadi salah satu amal yang sangat penting. Rasulullah sendiri, meskipun telah diampuni dosa-dosanya, tetap memperbanyak istighfar setiap hari. Dalam sebuah hadis riwayat Sahih al-Bukhari disebutkan bahwa beliau beristighfar kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari. Jika Nabi saja demikian, maka kita yang penuh kekurangan tentu lebih membutuhkan istighfar.
Oleh karena itu, sisa Ramadan ini hendaknya diisi dengan memperbanyak taubat, istighfar, dan doa, agar kita benar-benar keluar dari Ramadan dalam keadaan mendapatkan ampunan Allah. (MUKHRIJ/Debar)




