Halal Bihalal MUI Depok: Silaturahmi dan PR Tangani Buta Aksara Al-Quran

DEBAR.COM.-DEPOK- Majelis Ulama (MUI) Kota Depok menggelar acara Halal Bihalal, Rapat Pleno dan Koordinasi MUI Kota Depok. Dalam kesempatan dihadiri oleh Wali Kota Depok Supian Suri, Kepala Kemenag Kota Depok Dede Supriatna, Perwakilan dari Polres Depok, Perwakilan dari Dandim Depok dan lainnya.
“Alhamdulillah momentum Halal Bihalal MUI Depok sebagai ajang silaturrahmi memperkuat tali persaudaraan, sinergi yang baik dengan semua pihak. Terlebih dalam menjalankan program dan memajukan Kota Depok,” ujar Ketua Umum MUI Kota Depok KH. Syihabudin Ahmad didampingi Dewan Pertimbangan MUI Depok KH. Damanhuri seusai acara di gedung MUI Kota Depok, Jl. Nusantara, Pancoran Mas, Depok, Senin (13/04/2026).

Syihabudin Ahmad mengatakan, dalam acara Halal Bihalal tersebut juga dilanjutkan dengan agenda internal MUI Depok. Arahan, pemaparan anggaran dan program kerja dengan salah satu narasumbernya KH. Abdurrahman dariĀ Bendahara MUI dan tim Sekretariat.
“Dalam kesempatan tersebut juga penyerahan dana stimulan untuk MUI Kecamatan dan Wasilah. Semoga melalui kegiatan ini mampu menjalankan program dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kiai Syihabudin Ahmad.

Sementara itu, Walikota Depok, Supian Suri akan mengevaluasi program Bimbingan Rohani (Bimroh) agar tetap sasaran dalam mengatasi buta aksara Al-Quran. Dirinya prihatin melihat kenyataan di Depok dari lulusan SD NegeriĀ 32 ribu siswa hanya 30 persen siswa yang tidak bisa baca Al-Quran.
“Kita ingin program Bimroh agar tetap sasaran dalam pengentasan buta aksara Al-Quran. Kalau sudah sudah lulus SD belum bisa baca Al-Quran, jangan sampai SMP dan SMA malu belajar yang bisa menyebabkan baca Al-Qur’an. Ini adalah PR kita bersama dalam menuntaskan persoalan buta baca Al-Qur’an,” kata Supian Suri.
Baca Juga: Peneliti UPER Ungkap Rapuhnya Ketahanan Ekonomi Warga Pesisir di Momentum Hari Nelayan
Supian juga mengungkapkan adanya program Rumah Kreatif Anak Istimewa. Melalui program tersebut dirinya menginginkan agar anak istimewa bisa menyalurkan bakatnya.
“Misalnya anak tuna netra kita sediakan Al-Quran Braile, mereka yang hobi menyanyi, menari, melukis kita fasilitasi. Pemerintah Depok hadir dalam memfasilitasi dan menyalurkan bakat anak istimewa yang tempatnya di Pondok Cina,” tutupnya. (AR/Debar)



