BMPS Kota Depok: Tingkatkan Operasi Pelajar dan Perketat Izin Warnet

DEPOK.COM.-DEPOK- Dalam kurun waktu empat hari jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok berhasil merazia sekitar 72 orang pelajar yang tengah bermain game di warung internet (warnet) atau nongkrong di taman saat jam belajar. Mereka tidak hanya didata, tapi juga diberikan sanksi baris-berbaris, menyanyikan lagu Indonesia Raya, push up dan lainnya.

“Sekitar 72 pelajar terjaring dalam kurun waktu empat hari kegiatan razia terhadap pelajar saat jam pelajaran berlangsung. Kebanyakan tertangkap tangan tengah bermain game di warnet dan nongkrong di taman,” kata Kepala Satpol PP Depok Yayan Arianto didampingi Kabid Transtibum setempat Kusumo, Kamis (20/09/2018).

Mereka yang terjaring langsung didata dan dilaporkan ke pihak sekolah. Tidak itu saja, tambah dia, pihaknya juga memberikan sanksi berupa push up, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lainnya. “Mereka diingatkan agar tidak lagi membolos bila tertangkap Satpol PP di kemudian hari tentunya sanksi akan lebih berat,” ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BPMS) Kota Depok H Acep Al Azhari, sangat mendukung tindakan razia atau operasi pelajar saat jam pelajaran berlangsung yang dilakukan jajaran Satpol PP Depok untuk menghindari aksi tawuran pelajar dan kenakalan lainnya.

“Selaku BPMS Kota Depok dirinya sudah minta ke seluruh sekolah swasta yang ada di Kota Depok agar lebih memperketat aturan terhadap siswa yang bolos saat jam pelajaran berlangsung baik diberikan sanksi skorsing, pemanggilan orang tua dan lainnya,” tuturnya, Kamis (20/09/2018)

Acep juga sangat mendukung kegiatan operasi pelajar di saat jam sekolah berlangsung oleh Satpol PP Kota Depok. “Apapun alas an pelajar, bila saat jam pelajaran sekolah berada diluar sekolah, harus diberikan sangsi. Ini untuk menghindari para pelajar tidak terlibat dalam kegiatan negatif seperti tawuran pelajar dan penyalah gunaan narkotika bila jam pelajaran sekolah malah digunakan untuk nongkrong di warnet atau di taman,” tukasnya.(AP/MFR/Debar).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button