Warga Berharap Pilkada Kota Depok 2020 Lebih Dari Dua Paslon

DEBAR.COM.-DEPOK- Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Depok tahun 2020 memang masih beberapa bulan lagi namun sejumlah partai yang ada tengah bersiap mengusung para jagonya. Bahkan, Pilkada 2020 mendatang diperkirakan jumlah pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali kota yang akan bertarung diperkirakan lebih dari dua pasangan meliha kondisi dan situasi belakangan ini.

“Kami berharap pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang akan ‘bertarung’ dalam Pilkada tahun 2020 mendatang lebih dari dua sehingga masyarakat Kota Depok dapat memilih pasangan calon yang berkualitas dan mampu memenuhi keinginan sekitar 2,5 juta jiwa warga Depok,” ucap Ny. Nuriah, warga Kampung Grogol, Tanah Baru, Beji, Kamis (05/09/2019).

Melihat dari kondisi, situasi dan informasi yang belakangan ramai di media sosial (Medsos) yaitu petahanan Wali Kota Muhammad Idris dan Wakil Wali Kota Pradi Supriatna. Mereka tinggal mencari pasangan saja yaitu wakil nya jika mereka kembali maju sendiri sendiri untuk bertarung di Pilkada Depok tahun 2020. Ini sudah terjadi sejak kegiatan Pilkada Depok pertama kali selalu pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk periode ke dua berpisah.

Hal senada dikatakan Ujang, pedagang makanan, siapa pun calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang akan mendaftar dalam Pilkada 2020 hendaknya memperhatikan kesejahteraan, kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan yang utama adalah dapat mengurangi kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di Kota Depok.

“Macet karena jalan masih kurang dan masalah pelayanan kesehatan serta pendidikan harus diutamakan,” ujarnya karena Depok tiap hari macet, pelayanan kesehatan masih kurang di Puskesmas dan RSUD serta pendidikan masih banyak gedung sekolah kurang terlebih tingkat SMP maupun SMA.

SIAP BERPISAH

Sementara itu, Dewan Pembina DPC Partai Gerindra, Nuroji, dengan tegas siap berpisah dan jalan sendiri sendiri dengan Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) dalam Pilkada tahun 2020 mendatang setelah lima tahun bekerjasama mengawal kepemimpinan Wali Kota Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Pradi Supriatna.

Berpisah atau jalan masing masing tentunya tidak terelakan lagi karena Partai Gerindra merasa selama lima tahun tidak pernah dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan Kota Depok atau lainnya. Malah terkesan Partai Gerindra sama sekali tidak dianggap ada salah satu contoh kecil saat penetapan logo Frendly City itu gambar persis PKS kalau mau adil kasih dong warna Gerindra nya dalam logo tersebut.

Nuroji, yang juga anggota DPR RI dari Partai Gerindra perwakilan Depok dan Bekasi, mengakui keberadaan Partai Gerindra yang salah satu kader bahkan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok yaitu Pradi Supriatna malah terkesan tidak ada dalam kegiatan ke pemerintahan karena kegiatan kepemerintahan yang seharusnya dilakukan bersama ternyata di lapangan terkesan sendiri sendiri.

“Keputusan jangan sendiri-sendiri aja kan ada wakil di situ. Kami sering tegur anggota dewan khususnya dalam beberapa kesempatan tidak diajak berkomunikasi,” imbuh Nuroji yang juga menilai sleama ini fungsi dewan di Kota Depok belum dimaksimalkan. Dengan pertimbangan itu Nuroji, telah bulat untuk bertarung dengan PKS dalam Pilkada 2020 mendatang. Dan, saat ini Partai Gerindra Kota Depok telah menjalin komunikasi dengan beberapa partai di Depok. (AP/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button