DakwahTerkini

Syiar Debar Ramadan Hari-28: ‘Puasa Melatih Empati, Zakat Membuktikannya’ Oleh: Dr. KH. Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK-Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi latihan membangun empati. Ketika perut kosong, manusia diajak merasakan apa yang selama ini dialami oleh mereka yang kekurangan. Namun, pertanyaannya: apakah rasa itu berhenti hanya sebagai pengalaman spiritual pribadi, atau berubah menjadi kepedulian nyata?

Di sinilah zakat mengambil peran penting. Ia bukan ibadah tambahan, melainkan bukti bahwa empati yang dilatih selama Ramadan benar-benar hidup. Allah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa zakat berfungsi untuk menyucikan dan membersihkan jiwa (QS. At-Taubah: 103), artinya bukan hanya harta yang keluar, tapi juga ego yang diluruhkan.

Sayangnya, tidak sedikit yang berhenti pada rasa tanpa aksi. Puasa dijalani penuh semangat, tetapi zakat ditunaikan sekadarnya, bahkan kadang dianggap formalitas tahunan. Padahal, jika puasa melatih kita merasakan lapar, maka zakat adalah respon konkret atas rasa itu—memberi makan, meringankan beban, dan menghidupkan solidaritas sosial.

Baca Juga: Penghujung Ramadan, MT. Balai Wartawan kota Depok Sukses Gelar Khataman Al-Qur’an

Tanpa zakat, puasa berisiko menjadi ritual yang individualistik; ada kesalehan pribadi, tetapi abai terhadap realitas sosial.

Maka di penghujung Ramadan ini, zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, melainkan cermin: apakah empati kita benar-benar tulus, atau hanya berhenti di rasa tanpa makna. (MUKHRIJ/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button