DakwahTerkini

Syiar Debar Ramadan Hari-5: ‘Rusaknya Puasa Karena Suudzon’ Oleh: Dr. KH. Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK- Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hati dari penyakit batin. Salah satu penyakit hati yang dapat merusak nilai puasa adalah suudzon (prasangka buruk).

Allah ﷻ berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.” (QS. Al-Hujurat: 12).

Rasulullah ﷺ juga bersabda: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ “Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah sedusta-dustanya perkataan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ayat dan hadis ini menunjukkan bahwa suudzon bukan sekadar sikap negatif, tetapi dosa yang mencederai kebersihan hati.

Secara hukum fikih, suudzon memang tidak membatalkan puasa sebagaimana makan dan minum. Namun secara spiritual, ia bisa menghilangkan pahala puasa.

Nabi ﷺ mengingatkan: رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ “Betapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad).

Ketika seseorang berpuasa tetapi hatinya dipenuhi prasangka buruk, kecurigaan tanpa bukti, dan penilaian negatif terhadap sesama, maka ruh puasanya terkikis. Puasa seharusnya melahirkan kejernihan hati dan husnuzan, bukan mempertebal prasangka. Karena itu, menjaga hati dari suudzon adalah bagian penting dari menjaga kesempurnaan puasa. (MUKHRIJ/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button