DakwahTerkini

Syiar Debar Ramadan Hari-21: ‘Berhenti Sejenak: Hikmah I’tikaf di Akhir Ramadan’ Oleh: Dr. KH. Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK- I‘tikaf mengajarkan manusia untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan. Sepanjang tahun kita sibuk mengejar pekerjaan, urusan dunia, dan berbagai target hidup, hingga sering kali hati menjadi penuh oleh hal-hal yang tidak penting.

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah ﷺ justru mencontohkan sebaliknya: beliau memperbanyak i‘tikaf di masjid untuk lebih fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. I‘tikaf bukan sekadar berdiam di masjid, tetapi sebuah latihan spiritual untuk menenangkan hati, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, serta merenungi kembali arah hidup kita.

Baca Juga: Kadiskarpus Depok: Pentingnya Pembangunan Karakter di Tengah Tantangan Zaman

Di tengah dunia yang semakin bising dan penuh distraksi, i‘tikaf menjadi ruang sunyi yang sangat berharga. Saat seseorang menjauh sejenak dari rutinitasnya, ia belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari keramaian, tetapi dari kedekatan dengan Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang menghidupkan malam-malam Ramadan dengan iman dan penuh harap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Karena itu, i‘tikaf di akhir Ramadan bukan sekadar tradisi ibadah, melainkan kesempatan untuk membersihkan hati, memperbaiki niat, dan berharap bertemu dengan malam agung, Lailatul Qadr. (MUKHRIJ/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button