Warga Beji Berharap Keriaan Beji Menjadi Ajang Tahunan

DEBAR.COM.-BEJI, DEPOK- Pelaksanaan kegiatan Keriaan Beji yang digelar di Lapangan Jawa, Beji, Depok disesaki warga yang datang sejak pagi hari. Kegiatan yang baru pertama kalinya di adakan oleh Kelurahan Beji ini menghadirkan kearifan budaya lokal, seperti pawai budaya, prosesi besanan atau nganter penganten, fashion show, gambang kromong, rebut dandang, tarian tradisional, lomba permainan rakyat, dan para pelaku UMKM yang turut serta menyemarakan Keriaan Beji.
Ketua RT.02/013 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Depok, Rahmad Sirait bersama warganya yang mengikuti prosesi besanan atau nganter penganten dengan membawa barang-barang rumah tangga, sayuran dan tak ketinggalan seekor kambing yang dikenakan pakaian, sehingga menjadi bahan perhatian warga yang melihatnya.
“Keriaan Beji ini benar-benar meriah, warga yang datang dapat menikmati budaya lokal yang ditampilkan dari setiap para peserta,” ujar Rahmad Sirait yang satu-satu Ketua RT di Kelurahan Beji berasal dari Medan namun sudah puluhan tahun tinggal di Depok, Sabtu (12/07/2026).
Baca Juga: Gelaran Keriaan Beji Sukses Menampilkan Budaya Kearifan Lokal
Ketika ditanyakan kenapa Kambing yang dibawanya dalam prosesi besanan, Rahmad mengatakan enggak ada maksud apa-apa, hanya biar terlihat lain dari yang lain saja bawaan untuk ngantar besanan.
“Biasanya kan orang Depok suka bawa-bawaan berbagai barang, makanan, sayuran atau hewan piaraan untuk besanan, nah biar terlihat menarik seekor kambing yang saya bawa dikenakan pakaian dan dihiasi pita,” ucapnya sambil tersenyum.

Sedangkan Didit yang bersama rombongan Rahmad Siraid menambahkan, Keriaan Beji ini benar-benar meriah dan semarak, wargapun terlihat guyub, ditambah lagi banyak pedagang dari kelompok UMKM, kegiatan Keriaan Beji tentunya menghadirkan sesuatu yang berbeda, dimana tradisi budaya lokal Depok terlihat hidup kembali.
“Semoga kegiatan Keriaan Beji ini bisa dijadikan agenda tahunan dan menggairahkan para pelaku UMKM, serta tetap mempertahankan jati diri dengan budaya-budaya Depok yang harus dilestarikan bagi generasi penerus,” tutupnya. (MFR/Debar)




