PNJ Gelar Pendampingan Rencana Keuangan Hindari Biaya Bermasalah Bagi Nasabah

Oleh: Heti Suryani Fitri
DEBAR.COM.-JAKARTA- Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Skema Lektor Kepala terhadap nasabah PT Pegadaian (Persero) CP Kedunghalang. Pengajar dari PNJ ini mengedukasi para nasabah mengenai manajemen dan pengelola keuangan.
Rodiana Listiawati, Ketua Pelaksana bersama lima dosen prodi D3 Keuangan dan Perbankan Jurusan Akuntasni di PNJ, mahasiswa Prodi D3 Keuangan dan Perbankan jurusan akuntansi, dan mahasiswa jurusan Teknik Informatika dan Komputer PNJ, mengatakan pada program pengabdian masyarakat ini, berkolaborasi dengan PT Pegadaian (Persero) CP Kedung halang.
Listiawati mengatakan, pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan dan melakukan pendampingan terkait pengelolaan keuangan dari nasabah pegadaian
“Pengabdian ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kami supaya para nasabah mampu mengelola keuangan dengan baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan,” ujar Listiawati, Jumat (18/07/2025).
Sementara itu, narasumber Heti Suryani Fitri menjabarkan berbagai aspek mengenai perencanaan keuangan demi mendongkrak literasi keuangan para nasabah PT Pegadaian (Persero) CP Kedung halang. Pada paparan kegiatan pengelolaan keuangan, menyampaikan materi mengenai perencanaan keuangan agar para nasabah memiliki pondasi dalam mengelola keuangan mulai dari mengelola arus kas supaya selalu surplus, memahami pentingnya memiliki macam-macam asuransi, dapat merencanakan dana pendidikan, dana pensiun serta strategi yang harus dilakukan guna mencapai kesejahteraan secara finansial.

Heti mengemukakan salah satu hal terpenting yang harus diutamakan mengelola sumber penghasilan adalah mengalokasikan tabungan dan dana darurat.
“Setelah menyisihkan untuk tabungan, terutama untuk dana darurat yang harus dimiliki yaitu 3-12 kali dari pengeluaran bulanan, setelah itu sisanya baru mengatur untuk pengeluaran bulanan,” ungkap Heti yang memegang lisensi Certified Personal Money Manager (CPMM).
Dirinya juga mengatakan, sebelum membuat tabungan dan investasi, pelunasan utang dan tagihan tetap menjadi prioritas utama. Ia menjelaskan jumlah utang yang ada tidak boleh melebihi 30% dari pendapatan.
“Apabila melebihi itu merupakan ciri manajemen keuangan yang bermasalah,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, tentang tata kelola utang yang buruk bisa menyebabkan kebangkrutan, sehingga sebelum berutang harus memperhatikan tujuan berutang dan biaya yang harus dikeluarkan.
Ia menambahkan, sebelum berutang harus memastikan sumber pembayaran hutang dan bunganya terjamin sehingga bisa menghindari defisit keuangan. Dalam sesi ini juga disampaikan penggunaan aplikasi perencanaan keuangan yang dihasilkan oleh mahasiswa PNJ Jurusan Teknik Informatika dan Komputer yang bernama Kakeibo, aplikasi ini akan membantu para nasabah dispilin dalam mengelola keuangannya.
Ketua Pelaksana PKM berharap dampak positif dari pengabdian masyarakat ini tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi literasi keuangan, tapi dapat berlanjut untuk kegiatan lainnya yang dilakukan dengan sinergi bersama,
“Kolaborasi dengan PT Pegadaian (Persero) CP Kedung halang ini diharapkan dapat berkelanjutan, agar para nasabah diberikan pendampingan melalui video edukasi dan juga layanan lainnya,” pungkasnya. (MFR/Debar)




