DakwahRagamTerkini

Syiar Debar Ramadan Hari-4: ‘Bersyukur Jika Bisa Beribadah’ Oleh: Dr. KH. Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK- Allah ﷻ berfirman: *إِن تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ* (QS. Āli ‘Imrān: 140). Ayat ini turun dalam konteks pasca Perang Uhud, ketika kaum Muslimin merasakan luka, kelelahan, dan kepedihan yang mendalam.

Allah mengingatkan, bahwa rasa sakit itu bukan monopoli mereka; kaum musyrik pun merasakan penderitaan yang sama. Namun ada satu pembeda mendasar: kaum beriman memiliki harapan dan orientasi akhirat yang tidak dimiliki oleh musuh-musuhnya.

Secara psikologis dan spiritual, ayat ini meneguhkan bahwa rasa letih dalam perjuangan bukan tanda kelemahan, melainkan bagian dari sunnatullah dalam setiap pertempuran nilai. Yang membedakan bukan pada rasa sakitnya, tetapi pada makna dan tujuan di baliknya.

Refleksi ayat ini sangat dekat dengan kehidupan kita hari ini. Saat kita merasa lelah berdiri tarawih dua puluh rakaat, capek bangun sahur, atau berat menghadiri majelis ilmu, ingatlah bahwa ada orang yang sanggup live streaming berjam-jam setiap hari demi gift dan viewer; ada yang kuat nongkrong sampai dini hari, marathon drama atau game semalaman tanpa terasa; ada pula yang rela antre panjang dan perjalanan jauh demi konser atau hiburan.

Mereka sama-sama letih, bahkan mungkin lebih. Maka jangan merasa ibadah kita sudah luar biasa. Justru bersyukurlah—karena di tengah potensi lelah yang sama, ‘Allah arahkan langkah kita untuk letih dalam ketaatan, bukan dalam kelalaian. Bisa beribadah itu bukan prestasi pribadi, tetapi karunia yang patut disyukuri’. (MUKHRIJ/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button