DakwahTerkini

Syiar Debar Ramadan Hari-13: ‘Ketika Dunia Terasa Berat, Ramadan Mengajarkan Kita Berharap’ Oleh: Dr. KH. Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK- Di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat di berbagai kawasan dunia, umat manusia kembali menyaksikan rapuhnya stabilitas global. Ketegangan geopolitik, ancaman perang terbuka, serta dampak ekonomi yang merembet ke banyak negara membuat masyarakat kecil ikut merasakan beban—harga kebutuhan naik, kecemasan meningkat, dan rasa aman menipis.

Ramadan hadir bukan untuk menutup mata dari realitas ini, tetapi untuk menata hati agar tidak larut dalam ketakutan.

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah” (QS. Az-Zumar: 53). Harapan dalam Islam bukan sikap naif, melainkan energi iman yang membuat seorang mukmin tetap tegak meski dunia bergejolak.

Ramadan juga mengajarkan bahwa doa adalah bentuk keterlibatan moral ketika kita tak berada di medan konflik. Dalam situasi perang—baik yang melibatkan kekuatan besar dunia maupun konflik regional—umat Islam diperintahkan untuk memperbanyak istighfar, sedekah, dan doa bagi keselamatan manusia tanpa kecuali.

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang beriman; ia bukan simbol kelemahan, tetapi sumber kekuatan spiritual. Maka ketika dunia terasa berat oleh suara rudal dan diplomasi yang buntu.

Ramadan mengingatkan kita: masih ada langit yang terbuka, masih ada Tuhan yang Maha Mendengar, dan masih ada harapan yang tidak pernah hancur oleh perang. (MUKHRIJ/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button