DakwahTerkini

Syiar Debar Ramadan Hari-18: ‘Di Ambang Sepuluh Hari Terakhir Ramadan’ Oleh: Dr. KH. Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM.-DEPOK-Ramadan perlahan memasuki fase akhirnya. Sepuluh hari terakhir bukan sekadar penutup, tetapi justru puncak dari perjalanan spiritual seorang Muslim. Di fase inilah Nabi ﷺ meningkatkan kualitas ibadahnya dengan lebih sungguh-sungguh. Dalam riwayat Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Muhammad mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya. Ini menunjukkan bahwa sepuluh hari terakhir adalah momentum penting untuk memperdalam kedekatan kepada Allah dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang tersisa.

Di antara keistimewaan sepuluh hari terakhir adalah adanya malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadr sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Qadr. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat malam, doa, tilawah, dan amal kebaikan lainnya.

Di ambang sepuluh hari terakhir ini, setiap Muslim seakan diingatkan kembali: perjalanan Ramadan hampir usai, namun peluang meraih keberkahan yang agung justru terbuka semakin lebar. Siapa yang bersungguh-sungguh di penghujungnya, dialah yang berpeluang meraih kemenangan spiritual yang sejati. (MUKHRIJ/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button