DakwahRagamTerkini

PRNU Tanah Baru Depok Gelar Workshop Juleha

DEBAR.COM.-DEPOK- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok terus bergerak dan peduli umat dalam pelaksanaan qurban. Ketua PCNU Kota Depok KH. Achmad Solechan membuka acara Workshop Juleha ‘Juru Sembelih Halal’ yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tanah Baru bekerjasama dengan  Kandanguna yang berlangsung di Taman Pratama, Tanah Baru, Beji, Depok, Sabtu (31/05/2025).

“Melalui kegiatan ini kita berharap agar masyarakat memiliki kemampuan dalam fiqih dan skill dalam teknis penyembelihan qurban berdasarkan syariat Islam. Sebab, masih banyak kesalahan atau tidak sesuai dengan syariat Islam dalam pelaksanaan qurban,” ujar Ketua PRNU Tanah Baru, Ustadz Afton Muryanto.

Menurutnya, dalam pelaksanaan qurban perlu diperhatikan sesuai dengan ilmu fiqih. Dikatakan Ustadz Afton, banyak kesalahan dijumpai seperti saat penyembelihan karena golok kurang tajam terus diganti. Padahal, lanjutnya, secara Fiqih tidak diperbolehkan yang benar adalah  golok tidak boleh lepas saat menyembelih.

“Begitu juga saat merobohkan hewan ada kesalahan teknis seperti dengan cara ditendang. Sehingga ada yang kaki sapi sampai patah dan termasuk menyakiti. Seharusnya, dalam  perobohan tim memahami teknis perobohan agar tidak sampai menyakiti hewan qurban,” katanya.

Dirinya menambahkan, dalam pembagian daging hewan qurban ada yang dimasak dulu. Padahal, lanjutnya,  pembagian hewan qurban harusnya daging mentah. Sebagai  solusinya daging itu dikasihkan oleh orang lain dulu baru boleh dimasak.

“Begitu juga, pembagian daging untuk panitia ya  sewajarnya. Siapapun boleh  dikasihkan, tapi yang diutamakan adalah fakir dan miskin. Begitu juga dengan jeroan sama kulit itu dibuat imbalan yang motong atau jagal. Itu tidak boleh daging qurban sebagai upah tukang jagal,” jelasnya.

Baca Juga: MT. Balwan Kota Depok Siap Gelar Jumat Berkah Kembali dan Pembentukan Panitia Maulid Nabi SAW

Sementara itu, Ketua penyelenggara Ustadz Zainul yang juga dari Kandanguna mengungkapkan sedikitnya 50 peserta dari perwakilan DKM, NU, dan tukang jagal. Dirinya mengungkapkan materi yang disampaikan berupa Fiqih qurban, pengenalan bilah dan asah, teknik menyembelih dan merobohkan hewan.

“Harapannya masyarakat semakin paham tentang seputar qurban berdasarkan ilmu fiqih. Tentu, dalam proses penyembelihan hewan qurban sampai pendistribusian daging qurban berjalan dengan baik,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut KH. Abdul Mujib menyampaikan materi tentang Fiqih qurban. Nampak hadir Rois Syuriah NU tanah baru KH. Ahmad Nur Shidiq, Katib Syuriah Saiful Hadi, dan lainnya. (MFR/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button