
DEBAR.COM.-SINGKAWANG, KALBAR- Dengan mengangkat tajuk ‘Menguatkan Inisiatif dan Kolaborasi Membangun Ekosistem Toleransi’, Setara Institute menggelar Konferensi Kota Toleran (KKT) yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 15-16 November 2025 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
Kegiatan forum nasional ini diikuti oleh berbagai kota toleran se-Indonesia, termasuk Kota Depok yang diwakili oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, KH. Abdul Ghani dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk mempromosikan nilai toleransi dan keberagaman sekaligus berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi dalam pengelolaan kerukunan di wilayah masing-masing.
Ketua FKUB Kota Depok, KH. Abdul Ghani menjelaskan bahwa kehadirannya dalam KKT 2025 merupakan undangan resmi dari Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Kota Depok merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat ekosistem kota toleran.
“Kota Depok menempati peringkat 78 kota toleran nasional dari 94 Kota di Indonesia,” ujar KH. Abdul Ghani.

Menurut KH. Abdul Ghani, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Ia juga menagatakan, selama konferensi, para peserta juga dijadwalkan mengikuti city tour untuk mengamati langsung berbagai situs dan praktik sosial yang membuat Singkawang meraih predikat kota paling toleran di Indonesia.
“Salah satunya adalah keberagaman etnis, termasuk komunitas Tionghoa yang hidup berdampingan secara harmonis dan menjadi identitas khas kota tersebut,” ungkapnya.
Baca Juga: SanPay Karya Mahasiswa UPER Gak Bikin Pusing Hitung Jejak Karbon
Dirinya menambahkan, bahwa pembelajaran dari Singkawang akan menjadi referensi penting bagi Kota Depok dalam meningkatkan praktik dan kebijakan yang mendukung toleransi di masyarakat.
“Penyelenggaraan KKT perdana ini sekaligus menjadi momentum bagi Setara Institute untuk menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem toleransi di tingkat daerah. Forum ini mendorong partisipasi lokal dalam implementasi nilai toleransi, memperbaiki tata kelola kebinekaan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kerukunan sebagai fondasi kehidupan yang harmonis dan sejahtera,” pungkasnya. (AR/Debar)




