DakwahTerkini

Syiar Debar Ramadan Hari-1: ‘Memulai Dengan Niat’ Oleh: Dr. KH. Mukhrij Sidqy, MA

DEBAR.COM-DEPOK- Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan”, (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjadi fondasi utama dalam menyambut Ramadan. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi ibadah yang ditentukan kualitasnya oleh niat. Seseorang bisa saja menahan diri dari makan dan minum, namun tanpa niat yang lurus karena Allah, ia hanya mendapatkan letih. Ramadan harus dimulai dari pembenahan orientasi hati: apakah kita berpuasa karena tradisi, tekanan lingkungan, atau benar-benar mengharap ridha Allah?

Allah juga menegaskan tujuan puasa dalam firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(QS. Al-Baqarah: 183). Tujuan akhirnya adalah takwa. Maka sejak awal Ramadan, niat harus diarahkan pada pencapaian takwa itu—bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

Niat yang benar akan menjaga Puasa dari riya’, menjaga lisan dari dusta, dan menjaga hati dari kesia-siaan. Sebab Ramadan yang dimulai dengan niat yang lurus akan berbuah perubahan yang nyata setelahnya. (MUKHRIJ/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button