
DEBAR.COM.-DEPOK- Menyemarakan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok kembali menggelar kegiatan buka puasa bersama (ifthar jama’i) yang dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah. Kegiatan ini berlangsung di Kantor PWI Kota Depok, Jalan Merpati, Depok, Kamis (05/03/2026) malam.
Puluhan anggota PWI Kota Depok hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, sejumlah anggota Majelis Taklim (MT) Balai Wartawan Kota Depok juga ikut serta meramaikan suasana kebersamaan Ramadan di lingkungan para awak media.
Setelah berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib, Isya dan Tarawih berjamaah. Imam salat tarawih sekaligus tausiyah Ramadan dipimpin oleh Koordinator Bidang Kerohanian PWI Kota Depok, Syahruddin El Fikri, sedangkan Bilal oleh Adie Rakasiwi.
Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini penting untuk memperkuat sisi spiritual para wartawan di tengah kesibukan profesi mereka.
“Kami sangat bersyukur kegiatan buka puasa dan tarawih berjamaah ini bisa terus dilaksanakan. Ini menjadi ikhtiar bersama untuk meningkatkan spiritualitas anggota PWI agar tidak hanya kuat secara profesional, tetapi juga semakin baik dalam nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan, khususnya di bulan Ramadan,” ujar Rusdy.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Syahruddin El Fikri mengajak para jamaah untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan dengan memperbanyak amal ibadah.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri. Karena itu, jangan biarkan bulan yang penuh berkah ini berlalu tanpa kita maksimalkan dengan berbagai amalan, seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, shalat sunnah, serta memperkuat kepedulian sosial,” jelasnya.
Syahruddin juga mengatakan, bahwa bulan Ramadan memiliki kemuliaan yang sangat besar sehingga disebut sebagai sayyidus syuhur atau penghulu segala bulan. Menurut, setidaknya ada tiga alasan utama mengapa Ramadan mendapat julukan tersebut.
Pertama, karena pada bulan Ramadan Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
Kedua, karena di dalam bulan Ramadan terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Sebagaimana firman Allah SWT:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Ketiga, lanjut Syahruddin yang juga Ketua Umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara, karena pada bulan Ramadan Allah mewajibkan umat Islam menjalankan ibadah puasa.
Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
“Mari kita hidupkan Ramadan dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, sedekah, dan berbagai amal kebaikan lainnya agar Ramadhan benar-benar membawa perubahan dalam diri kita,” pungkasnya. (MFR/Debar)



