
DEBAR.COM.-RATUJAYA, DEPOK- Program ‘Depok Berhaji’ mulai digaungkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Depok untuk mengedukasi masyarakat agar menumbuhkan niat menunaikan ibadah haji sejak dini melalui kebiasaan menabung. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat yang belum mampu mendaftar haji agar tetap memiliki kesempatan mewujudkan impian ke Tanah Suci.
Kepala Seksi Pelayanan dan Fasilitasi Kemenhaj Kota Depok, H. Boby Arvianto mengatakan, konsep yang tengah disiapkan bertajuk ‘Depok Berhaji’ bukan semata-mata mengajak masyarakat segera mendaftar haji, melainkan membangun kesadaran untuk memulai dari langkah sederhana, yaitu menabung sesuai kemampuan.
“Yang terpenting adalah meluruskan niat terlebih dahulu. Kalau belum mampu mendaftar haji, tidak masalah. Mulailah dengan menabung, meski hanya Rp50 ribu atau Rp100 ribu. Itu sudah menjadi bagian dari ikhtiar menuju ibadah haji,” ujar H. Boby Arvianto di kantor Kemenhaj Kota Depok, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kamis (02/07/2026).
Dikatakan H. Boby, Kemenhaj Depok nantinya akan menggandeng perbankan syariah untuk memfasilitasi pembukaan rekening tabungan haji bagi masyarakat maupun kelompok majelis taklim yang memiliki keinginan menabung secara bertahap.
“Kalau ada satu majelis taklim misalnya berisi 60 orang yang ingin membuka tabungan haji, kami bisa bekerja sama dengan bank agar mereka dibukakan rekening. Jadi setiap kali memiliki rezeki bisa langsung ditabung,” jelasnya.
Baca Juga: Herry Suprianto: Ingatkan Atlet Tinju Targetkan Raih Medali di Porprov Jabar
Dirinya juga mengatakan, edukasi tersebut juga menyasar kalangan wartawan, tokoh masyarakat, hingga keluarga mereka melalui berbagai kegiatan keagamaan dan majelis taklim.
“Semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa perjalanan menuju haji dimulai dari niat dan perencanaan keuangan,” ungkapnya.
Ia mengakui masa tunggu haji secara nasional saat ini berkisar 26 tahun. Namun menurutnya, lamanya antrean tidak boleh menyurutkan semangat masyarakat untuk mulai menabung.
“Jangan hanya melihat lamanya antrean. Panggilan Allah tidak ada yang tahu. Bisa saja ke depan kuota Indonesia bertambah sehingga masa tunggu menjadi lebih singkat. Yang terpenting adalah memiliki niat dan mulai mempersiapkannya,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dinilai berjalan lancar, meski Kemenhaj merupakan lembaga yang baru dibentuk, namun penyelenggaraan haji tahun 2026 berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, untuk Kota Depok, mulai dari proses administrasi, pelunasan, pemberangkatan hingga pemulangan jemaah berlangsung lancar tanpa kendala berarti,” katanya.
Ia mnambahkan, Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok berharap dukungan masyarakat terhadap keberadaan lembaga baru tersebut agar kualitas pelayanan haji semakin meningkat dari tahun ke tahun.
“Kami ingin Kementerian Haji benar-benar hadir memberikan pelayanan yang lebih baik. Tentu masih ada tantangan, tetapi kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pubgkasnya. (AR/Debar)



