
DEBAR.COM.-DEPOK- Para Ulama, Habaib, Tokoh Agama dan berbagai pengurus organisasi kemasyarkatan menghadiri kegiatan deklarasi pengukuhan pengurus Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual (GENAP) Kota Depok yang berlangsung di Majelis Sholallahu Ala Sayyidina Muhammad, Pancoran Mas, pada Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Anggota Presidium GENAP Pusat, KH. Ahmad Shobri Lubis Lc, Ketua Dewan Pembina GENAP Kota Depok, KH. Ahmad Dimyathi Badruzzaman, Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok, Dudi Mi’raz, Penyuluh Agama Kemenag Kota Depok, Dedi Samsul Bahri Penyuluh Agama Kemenag Depok, Pimpinan Ponpes Binaul Ummah, KH. Ahmad Muslim Farid SQ, Pimpinan Majlis Az Zikra, KH. Muhammad Abdul Syukur dan para tokoh agama se-Kota Depok, serta serta Syech Iqbal Khan selaku tuan rumah.
Ketua GENAP Depok, Ustadz H. Ahmad Saifuddin mengatakan bahwa dirinya mengaku tidak menyangka kegiatan ini mendapat respons dari berbagai elemen warga. Ia menjelaskan, GENAP Kota Depok dibentuk agar generasi muda mampu membentengi diri dari perilaku penyimpangan.
“GENAP bisa menjadi Mitra Kerjasama dengan Pemerintah Kota Depok untuk menyelamatkan Generasi Bangsa Indonesia khususnya Warga Kota Depok agar terhindar dari Bahaya LGBT yang termasuk dosa yang sangat besar dalam semua agama di Indonesia,” ujar Ustadz H. Ahmad Saifuddin.

Sementara itu, anggota Presidium GENAP Pusat, KH. Ahmad Shobri Lubis, menekankan pentingnya undang-undang untuk menyelamatkan generasi muda. Ia berterima kasih kepada pemerintah yang telah menerbitkan Perpres Nomor 111 yang memasukkan penyebaran budaya LGBTQ ke dalam ancaman nonmiliter bidang sosial dan budaya, bersama isu radikalisme, terorisme, judi daring, pinjaman online ilegal, dan narkoba.
“Dalam hal ini perlunya peran keluarga, pendidikan, dan lingkungan dalam melindungi generasi muda,” jelasnya.
Sedangkan Kepala Bakesbangpol Kota Depok, Dudi Mi’raz mendukung pembentukan Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual (GENAP) Kota Depok yang diinisiasi oleh tokoh agama se-Kota Depok.
Ia mengatakan pembentukan GENAP menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap nilai-nilai moral, etika, ketahanan keluarga, serta pembinaan generasi muda demi mewujudkan masyarakat yang sehat, harmonis, dan berakhlak mulia.
“Dengan terbentuknya organisasi ini akan memperkuat kepedulian serta nilai moral. Hal ini juga dilandasi oleh kesadaran keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun karakter bangsa,” katanya.

Dirinya berpesan agar pelaksanaan gerakan ini mengedepankan pendekatan yang bijaksana, santun, berlandaskan hukum, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Upaya pencegahan hendaknya dilakukan melalui pendidikan, dialog terbuka, pendampingan yang tepat, serta penguatan nilai-nilai agama dan keluarga, bukan melalui perundungan, intimidasi, ataupun tindakan diskriminatif.
“Setiap persoalan yang berkaitan dengan perilaku seksual perlu disikapi secara proporsional, dengan membedakan antara kekerasan, eksploitasi, perilaku yang melanggar hukum, dan persoalan pribadi yang memerlukan pendekatan profesional,” pungkasnya. (AR/Debar)




