Bela dan Beli Produk Batik Depok
DEPOKPEMBAHARUAN.COM.-DEPOK- Depok terus berbenah untuk menjadi kota yang unggul nyaman dan religius. Tentunya harus diikuti para pelaku ekonomi lokal untuk turut larut dalam pencapaian visi tersebut.
Hal tersebut dikatakan oleh Pimpinan Hacord Institute, H. Acep Al Azhari, bahwa tingkat kemiskinan dan pengangguran semakin tinggi, dominasi asing dalam berbagai sektor perekonomian, korupsi yang merajalela, industri dan sektor riel yang semakin tertinggal, persaingan yang semakin tajam dan deras, menjadikan tantangan bangsa Indonesia semakin berat. Jika tidak mampu melewati tantangan itu maka hasilnya adalah rakyat yang semakin menderita.
“Di Depok ini banyak sekali jenis produk lokal, salah satunya adalah adalah produk Batik Depok. Para pengusaha Batik Depok terus berbenah, menempa diri, menumbuhkan karakter sebagai pribadi yang matang dalam membangun usaha,” ujar Acep, Selasa (20/03/2018).
Dikatakan Acep, harus dimulai dengan membeli produk buatan sendiri. Inilah pertahanan terakhir menghadapi gempuran produk asing untuk menghindari terjadinya bencana ekonomi Indonesia ke depan. Membeli produk sendiri berarti kita membela bangsa dan saudara sendiri. Jika industri tumbuh maka tidak perlu lagi anak-anak negeri ini pergi ke luar negeri menjadi TKI karena mereka mudah mendapatkan penghidupan di negeri sendiri.
“Kita sendirilah yang harus Membela martabat bangsa, membela kejayaan bangsa, membela cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Kita Hidupkan Semangat Persaudaraan. Dengan jiwa dimana aku ada untuk kamu, kamu ada untuk aku, kita ada untuk tolong menolong. Itulah makna kita sebagai anak bangsa Indonesia,” ucapnya.
“Saya berharap para pengusaha Batik Depok dan umumnya para pelaku ekonomi di kota Depok, menemukan nilai-nilai diri untuk mengetahui arti kebangkitan yang sesungguhnya untuk mengajak seluruh masyarakat Depok untuk menumbuhkan ideologi pembelaan terhadap produk bangsanya dengan membeli Batik Depok,” harapnya.
Sedangkan salah satu pelaku usaha batik di Depok, Ratna Batik mengatakan Batik Depok sudah mengalami perkembangann yang sangat membanggakan, dari awalnya tidak diketahui oleh masyarakat hingga sekarang mendapat pengakuan dari Pemerintah Daerah.
“Di Depok Pembatik Depok ada empat, Ratna Batik(Ratna-Tapos), Puri Ambary (Ambar-Sukmajaya), Tradjumas (Suharno-Sawangan) dan Citra (Wahyu Sandi Gunawan-Sukmajaya),” jelasnya.
Ditambahkan Ratna, dirinya bersyukur karena Batik Depok produknya pertama kali launching di Eropa.
“Kami sudah banyak berkegiatan di JCC bersama Komunitas Designer Etnic Indonesia, dan sudah sering juga diajak dinas untuk pameran ke mana-mana,” pungkasnya.(AR/Debar)