WNA Akali Izin Tinggal Dengan Nikah Kontrak

­DEBAR.COM.-DEPOK- Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Depok, karena tidak memiliki izin tinggal yang sah. Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Kota Depok, Sukri Martin mengatakan, modus WNA yang menikah dengan warga pribadi dilakukan agar bisa menetap lebih lama di Indonesia. Tidak jarang, WNA juga melakukan praktik nikah kontrak agar lebih mudah mendapat pekerjaan di Indonesia khususnya Kota Depok.

“Kantor Imigrasi Kelas II Depok telah mendeportasi sejumlah WNA karena tidak memiliki izin tinggal yang sah. Kami sudah menemukan adanya modus dengan memiliki pasangan Warga Negara Indonesia (WNI), orang asing di akan lebih mudah mencari pekerjaan,” tutur Sukri Martin usai sosialisasi dan rapat kerja Timpora tingkat kecamatan, baru-baru ini.

Sukri mengatakan, dengan modus menikahi WNI yang didominasi perempuan, orang asing akan memiliki penjamin dan tinggal lebih lama di Indonesia. Namun, ada juga WNA yang tinggal setahun di Indonesia, kemudian memperpanjang izinnya hingga lima kali.

“Jadi ada WNA yang memanfaatkan asmara untuk bertahan hidup dan bekerja di Indonesia. Karena itu mereka menikahi warga pribumi,” jelasnya.

Lebih lanjut Sukri mengatakan, para WNA melanggar izin tinggal dan menggunakan visa turis di Indonesia. Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat untuk ikut membantu mengawasi orang asing yang berada di Indonesia khususnya Kota Depok.

“Masyarakat khususnya perempuan di Kota Depok harus waspada dengan WNA. Sebab, biasanya imigran ilegal ini hidupnya kekurangan dan berpindah-pindah,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, banyak kerugian yang dihadapi WNI jika menikah dengan WNA ilegal yang berstatus pengungsi. Hal itu dikarenakan pernikahan yang dijalani tidak diakui negara atau tidak resmi.

“Sang buah hati yang menanggung karena mempunyai status anak di luar nikah,” pungkasnya.(JS/AR/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button