CELOTEH BOCAH DEPOK ‘Ngak Ngaruh Siapa Yang Jadi Orang Nomor Satu Di Depok’

DEBAR.COM.-DEPOK- SIAPA PUN yang bakal menang dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 untuk di Kota Depok sangat kental dengan celotehan ‘Tetap Aja Ngak Diperhatiin’ bahkan bukan diperhatiin saja tapi semua yang dijanjikan para konsisten yang bakal maju menjadi orang nomor satu di Kota Belimbing ini atau Kota Depok yang berbatasan dengan DKI Jakarta ngak ngaruh tuh… Ha ha ha….

Siapa pun yang bakal di percaya sekitar 1.309.338 pemilih itu sesuai undang undang adalah 6,5 persen sehingga jumlah dukungan paslon yang bakal mendaftar perserongan 6,5 persen dikalikab .309.338 didapatkan angka 85.106,97 pendukung yang dibulatkab menjadi 85.107 dukungan.

Tentunya semua harus disepakati bersama sesuai aturan yang ada di KPU Nasional. Semua bakal paslon Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Depok termasuk para pengusung maupun koalisi pendukung Paslon harus mengikuti aturan itu sesuai yang ada…

Untuk kegiatan Pilkada serentak Kota Depok 9 Desember 2020 tentunya ini harus menjadi pegangan semua Paslon pendukung agar kegiatan Pilkada tetap berjalan aman, nyaman dan tenang tanpa hinggar binggar tuntutan yang tentunya sangat memalukan bila terjadi…

Namun dari semua yang terjadi di lapangan maupun intern para petinggi di jajaran orang nomor satu maupun dua di Kota Depok selama empat tahun ini… Bukan cerita baru bagi kalangan yang dekat maupun simpatisan ke dua pemimpin atau yang dianggap ‘Orang Tua’ terlebih masyarakat Depok yang mencapai 2,5 jita jiwa hingga tahun 2020 ini…. Ha ha ha ha…

Pasalnya, Celoteh Bocah Depok mengikuti semua sepak terjang dua pemimpin Kota Depok selama empat tahun belakangan memang sangat memprihatinkan terhadap berbagai kegiatan apalagi perhatian ke jajaran ASN maupun yang di aku mitra kerja mengawal program yang dijanjikan lima tahun lalu dalam kampanye Pilkada Kota Depok…  He he he…

Maaf nih ngak dipungkiri dan bukan hanya cerita isapan jempol belaka… Puluhan bahkan ratusan orang di ASN maupun mitra kerja Pemkot Depok sudah melihat ke tidak adilan bagi mereka yang selama ini berjuang untuk membangun Kota Depok…

Perasaan itu dirasakan bagi mereka yang tidak mendukung orang nomor satu semua kebijakan, aturan bahkan persahabatan maupun silahturahmi yang dilakukan hanya dinilai semu semata… Mereka menilai para petinggi di Kota Depok hanya mengutamakan kelompok, golongan, partai, teman dekat, keluarga dan lainnya hingga terkesan Kota Depok hanya ditangani kelompok tertentu saja….

Ahhaiiii… Para petinggi partai, Ulama, ustad, tokoh warga, ketua ormas dan lainnya terlebih para ASN Kota Depok.. Celoteh Bocah… Cuma mengingatkan saja para calon pemimpin Kota Depok masa mendatang tidak berpikiran kecil…

Warga Depok itu prulalisme dari berbagai suku, agama, adat dan budaya.. Kota Depok menjadi percontohan propinsi lain di seluruh Indonesia bahkan menjadi Kota Depok sudah dianggap menjadi ‘Indonesia Mini’….

Jadi semua yang akan menjadi pemimpin di Kota Depok mendatang usai Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang jika masih seperti empat tahun belakangan tentunya harus dan perlu ada perubahan dalam semua kebijakan, aturan maupun lainnya..

He he he…. Terlebih terhadap mitra kerja pemerintah khususnya Pemkot Depok mulai di Forkompimda, LSM dan komunitas wartawan yang ada di Depok….

Maaf nih… Jangan dianggap sepele loh berbagai masalah atau situasi di Kota Depok apa pun bisa jadi berita nasional bukan hanya regional atau lokal yang terlihat merasa kuasa di semua informasi para petinggi di Kota Depok…

He he he he… Bos hari gini hanya mengandalkan media lokal haduh cape deh… Soalnya dikit dikit muncul di medsos dan tersebar di Indonesia jadi bukan hanya dikekep media lokal semata…he he he

Jadi jelas bahwa siapa pun yang bakal jadi orang nomor satu atau dua di Kota Depok jika tidak punya hati maupun perasaan kepada seluruh program yang dilakukan percuma saja… Siapa pun yang bakal jadi orang nomor satu di Kota Depok harus memiliki jiwa sederhana, tidak baperan atau marah saat dikritik maupun diberikan masukan…

Maaf nih Celoteh Bocah Depok cuma hanya menyampaikan keluhan terkait jutaan warga di Kota Depok bukan anak santri atau harus selalu ikut pemimpin karena Kota Depok hiterogen dengan berbagai suku, adat, budaya, agama dan lainnya…

Yang jelas siapa pun bakal pemimpin Kota Depok usai Pilkada 9 Desember 2020 tentunya harus memiliki jiwa yang besar bukan memilih partai, kelompok, teman dan lainnya… Insya Alllah Pemimpin Kota Depok yang dipilih dua juta lebih warga tentunya yang punya hak pilih lebih amanah dan bukan Omdo…. Hemmm Insya Allah…. Aamiin..(AP/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button