Cahyu Siap Memperjuangkan Aspirasi Milenial

DEBAR.COM.-DEPOK- Tahun 2019 adalah Era Milenial dimana ada perubahan sudut pandang terhadap pola pemikiran pemuda yang menjadi lebih kritis dan bebas dalam mengemukakan pendapat. Melihat mirisnya angka pemuda yg peduli terhadap nasib bangsa Indonesia khususnya kota Depok membuat Cahyu memantapkan diri untuk menuju legislatif.

Perempuan kelahiran asli Depok 25 tahun silam ini terkenal dengan pribadi yang aktif dalam kegiatan organisasi kepemudaan maupun sosial. Kurangnya perhatian pemerintah tingkat kota terhadap kaum menengah kebawah membuat Cahyu semakin semangat untuk membela hak hak mereka yang sebagian besar belum bisa dirasakan secara merata.

“kalau dibilang kebijakan pemerintah sekarang sih lebih condong untuk kebutuhan golongan daripada masyarakat umum, ditambah sekarang makin padat penduduk dan semakin banyak pula bangunan yang saya rasa gak imbang,” ujar Cahyu pada awak media Debar, Sabtu (09/02/2019).

Cahyu yang maju dari partai yang di nahkodai Tomy Soeharto dengan daerah pemilihan Sawangan, Cipayung, Bojongsari, optimis dengan berbagai program yang sempat menjadi program unggulan di era kepemerintahan Presiden Soeharto seperti swasembada pangan, koperasi gotong royong (goro) serta kesejahteraan keluarga dengan jaminan kesehatan dan pendidikan yang menjadi prioritas.

“yang menjadi konsen saya nanti adalah memperjuangkan hak hak pengelolaan potensi remaja untuk mengurangi angka pengangguran, karena setiap tahun pasti akan ada pengangguran baru dan itu pasti meningkat kalau tidak di berikan solusi secara langsung, karena selama ini hanya sekedar wacana” tegasnya.

Dipaparkan Cahyu, lewat pembekalan industri kreatif dan dibantu dengan permodalan tanpa bunga bisa jadi solusi efektif untuk pemberdayaan potensi remaja. Ditambahkannya, perempuan yg bernama lengkap Cahyu Dianti juga memiliki cita cita untuk kehidupan layak ibu mandiri keluarga berdikari, jadi seorang ibu harus terjamin kesejahteraannya, kesehatannya karena ibu atau istri dirumah adalah jantungnya rumah, nafasnya rumah dan surganya keluarga.

“Contoh kecil kalo ibu pusing mau beli beras aja minta sama suami yqng mungkin gajinya pas pasan nanti uring uringan cemberut, hawa rumah jadi kurang harmonis. Nah disini kan bisa jadi permasalahan awal retaknya rumah tangga,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, Perda ketahanan keluarga yang sudah adapun harus di sosialisasikan secara door to door agar masyarakat lebih terbuka cara berpikirnya.

“Semoga ada rezeki saya disini biar saya bisa memperjuangkan dan merealisasikan aspirasi milenial serta ibu dan anak, bantu doa dan supportnya yang pasti” tutupnya dengan senyum khas perempuan yang aktif di KNPI Depok.(AR/CHY/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button