NGOPI BARENG JIACEP ‘Masa 17 Tahun Kantor KPU Ngontrak Terus’
DEBAR.COM.-DEPOK- PENANTIAN yang cukup panjang bagi salah satu pengerak demokrasi di Kota Depok adalah kehadiran gedung atau kantor yang megah, lengkap dengan prasarana maupun prasarana yang memadai tentunya sangat dirasakan bagi seluruh komponen 2,5 juta orang di Kota Depok… Bagaimana tidak ? Hampir 17 tahun salah satu tempat yang menjadi rumah bagi kehidupan berdemokrasi untuk memilih pemimpin Kota Depok sampai saat ini masih ‘ngontrak’.
Jangankan untuk menyimpan berkas setelah kegiatan pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok.. Untuk parkir para pengerak roda demokrasi atau partai pengusung saat mendaftar atau datang ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok di Jl. Raya Kartini hampir tidak pernah muat untuk masuk ke areal parkir yang ada…
Sangat disayangkan hampir 17 tahun keberadaan Kantor KPU Kota Depok harus mondar mandir mencari tempat untuk berteduh.. Bahkan, boleh dikatakan harus menyewa atau ngontrak lima tahun sekali untuk berhasilnya pesta demokrasi di Kota Depok.. Heran juga sih melihat kondisi ini !!!! Melihat pembangunan gedung lain untuk kebutuhan yang tidak mendesak tetap dikerjakan dan dianggarkan oleh Pemerintah Kota Depok setiap tahun anggaran…
Hemmm… Bukan salahnya Pemkot Depok maupun Wali Kota atau Wakil Wali Kota yang melanjutkan sejumlah pembangunan gedung seperti balai rakyat, gedung olahraga, gedung KOPRI, kantor PMI, ratusan taman, perbaikan jembatan, perbaikan jalan dan lainnya… Harusnya ke 50 angggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang duduk manis setelah dipilih rakyat juga ‘malu’ melihat kondisi kantor KPU Depok yang dari tahun ke tahun terus saja ‘ngontrak’ rumah…
Ke 50 anggota Dewan Yang Terhormat itu seakan tidak berterima kasih dengan rakyat atau warga yang memilih untuk duduk di bangku yang empuk… Mereka seakan melupakan ‘tusukan atau coblosan’ kertas yang dilakukan 2,5 juta rakyat Kota Depok saat pesta demokrasi lima tahunan sekali… Mereka harusnya ‘gigih’ mengusulkan anggaran membangun kantor KPU Depok bukan diam seribu basa… he he he…
Betul kata orang kalau sudah duduk di kursi empuk semua keluhan, permintaan, janji yang diucapkan saat kampanye langsung ‘ambyar’ begitu saja.. Anggota dewan itu belaga lupa, tidak kenal bahkan masa bodoh dengan kondisi ataun persoalan yang dihadapi masyarakat… Jangankan mengurus kantor KPU untuk datang silahturahmi dan beranjang sana ke pemilihnya saja kerap terabaikan…
Jika memang serius untuk membangun kantor KPU tentunya 17 tahun belakangan tidak seperti sekarang ini masih saja ‘ngontrak’… Sebetulnya usulan membangun kantor KPU untuk mengajukan anggaran dapat dilakukan mereka yang duduk di gedung dewan tersebut… Usulan yang diajukan jelas bukan uang pribadi atau uang gaji para anggota dewan untuk dipotong membangun kantor KPU tapi uang pemerintah…
Nah.. Ini yang harus kita koreksi terhadap anggota dewan yang terhormat… Usulkan dong anggaran pembangunan kantor KPU… Masa sih kalah dengan kantor KPU di kabupaten atau kota perbatasan DKI Jakarta lain yang cukup megah. Sedangkan kantor KPU Kota Depok tetap saja masih ngontrak di rumah biasa… Hemmm… Memang keterlaluan apalagi belakangan terjadi kehebohan dengan ditemukannya ular sanca maupun tikus di kantor KPU Kota Depok… Masa sih kantor milik mereka harus berpindah tangan dijadikan tempat kumpul ular maupun tikus…
Semoga saja para anggota dewan yang terhormat di Kota Depok tergerak hatinya melihat kondisi kantor KPU yang dulu menjadi salah satu rumah untuk mereka dapat duduk di kursi empuk tersebut memperbaiki gedung atau kantor KPU dengan memperlancar usulan atau mengajukan anggaran pembangunannya… Untuk urusan lahan tentunya Pemkot Depok juga dapat menyiapkan dengan kerjasama pihak ke tiga yang begitu banyak di Kota Depok… Semoga saja terlaksana dan terkabul…Aamiin…(AP/Debar)

