CELOTEH BOCAH DEPOK ‘Nyok Tengok Harta Kekayaan Paslon Wali dan Wakil Wali Kota Depok’

DEBAR.COM.-DEPOK- PENETAPAN nomor urut pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk Pilkada serentak 9 Desember 2020 Kota Depok telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok. Semua sudah sesuai dan berjalan dengan aman serta lancar bahkan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan KPU Pusat maupun pemerintahan di masa pandemi Covid -19 yang masih terjadi…

Sebelum penetapan nomor urut Paslon tentunya pihak KPU Kota Depok juga telah melakukan pemeriksaan secara berjenjang terkait persyaratan administrasi maupun kelengkapan berkas yang diajukan ke dua Paslon tersebut untuk maju dalam Pilkada Depok Desember 2020 mendatang…

Nah.. Celoteh Bocah Depok… Cuma agak sedikit terusik nih dengan data kekayaan para Paslon yang maju di Pilkada serentak Kota Depok… Paling tidak ada sedikit boleh dikatakan heran dan agak prihatin juga dengan jumlah kekayaan yang disebarkan di laman elhkpn.kpk.go.id beberapa waktu lalu…

Bukan heran dan kaget sih cuma sedikit bertanya saja sih. Apakah emang hanya segitu saja… Ya terserah saja deh.. Soalnya melihat incunbent baik Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Depok yang kembali maju dalam perhelatan Pilkada serentak dengan memiliki harta kekayaan di atas tiga miliyar ya wajar saja sih…  He he he…

Terlebih Wali Kota incumbent yang sudah sembilan tahun berada di pemerintahan kota Depok walaupun lima tahun sebelumnya hanya sebagai Wakil Wali Kota mendampingi mantan Wali Kota Nur Mahmudi Ismail.. Masa sih Cuma segitu??? Bukan mau ungkit ungkit tapi emang fakta jumlah data nya segitu ya sudah lah….

Diluaran atau masyarakat Kota Depok tentunya sebagian sudah tahu dan paham betul dengan berbagai kegiatan pembangunan yang ada selama ini… He he he… Masa sih segitu ??? Semoga saja betul semua dan jika paslon yang maju dalam Pilkada serentak mendatang menjadi pemenang tidak memanfaatkan jabatan tersebut…

Memang untuk melihat harta dan kekayaan para calon yang dilaporkan ke KPU Depok dan diperiksa pihak KPK tentunya tidak semua harus secara detail diinformasikan ke masyarakat… Tapi data itu tentunya menjadi pegangan masyarakat untuk memilih bakal paslon yang maju dalam Pilkada serentak Desember 2020…

Dari data laman elhkpn.kpk.go.id  diperoleh untuk calon Wali Kota Mohammad Idris memiliki harta sekitar Rp 3,2 miliar, calon Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono mencapai Rp 8,2 miliar. Untuk calon Wali Kota Pradi Supriatna total harta kekayaan Rp 3,8 miliar dan Wakil Wali Kota Hj. Afifah Alia sekitar Rp 33 miliar. Hemmm… Lumayan besar semua harta kekayaan bagi masyarakat Kota Depok…

Namun data terkait harta kekayaan baik tanah, bangunan dan harta bergerak seperti kendaraan yang dimiliki ke dua paslon Pilkada Kota Depok tentunya menjadi perhatian serius masyarakat Kota Depok yang ingin mengetahui sejauhmana harta kekayaan para calon pemimpin yang akan bersaing dalam Pilkada serentak mendatang.

Tentunya mereka hanya ingin mengetahui berapa nilai saat mau maju dan nanti saat menjadi dan akan selesai menjadi pemimpin Kota Depok tentunya perlu juga diketahui nilainya.. Jika memang pengusaha atau memiliki harta yang cukup besar tentunya masyarakat juga melihat sepak terjang kegiatan selama ini namun bila hanya mengandalkan jabatan sebagai pemimpin mendadak kekayaan melimpah ruah tentunya akan menjadi pertayaan yang mendasra di masyarakat…

Memang perlu juga ada akuntan public terkait harta kekayaan yang ada termasuk saat akan bertanding, ketika jadi dan setelah selesai sehingga masyarakat mengetahui apa saja perkerjaan selain menjadi pemimpin dan uang yang dihasilkan setiap bulannya….

Celoteh Bocah Depok… Jadi teringkat dengan salah seorang anggota DPRD Kota Depok dari fraksi PDI Perjuangan yaitu Almarhum Otto Leader walaupun sudah meninggal dunia karena waktu kegiatan pemilihan umum (Pemilu) masih tersisa waktu dua bulan ternyata masih ada sekitar 450 orang warga Kota Depok yang memilih dia…

Untuk kondisi keseharian almarhum yang sederhana dan dekat dengan masyarakat selama bertugas tidak memikirkan dirinya sendiri menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang masih memilih dia walaupun sudah meninggal dunia… Bahkan, rumah sampai saat ini hanya itu saja di Jl. Flamboyan, Depok Lama…

Beliau tidak menggunakan mobil dinas DPRD dan lebih suka naik sepeda motor dengan berboncengan dengan teman atau kerabat dekatnya untuk bersilahturahmi, berkunjung ke warga atau memantau kegiatan di masyarakat walaupun jaraknya lumayan jauh… Coba lihat mantan anggota DPRD sekarang, ada yang menjadi Humas Pengembang tapi mengaku tidak punya apa apa…

Semoga saja dua kandidat Paslon Wali Kota maupun Wakil Wali Kota yang maju dalam Pilkada serentak Desember 2020 dapat mengabdi ke masyarakat sesuai program, visi dan misi yang disampaikan ke masyarakat… Bukan mendopleng untuk mencari keuntungan demi kelompok, keluarga dan lainnya… Insya Allah… Aamiin…(AP/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button