
DEBAR.COM.-PANMAS, DEPOK- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok kembali menghadirkan Debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok yang kali ini menghadirkan pasangan Imam Budi Hartono – Ririn Farabi Arafiq di Kantor PWI Kota Depok, Senin (01/10/2024).
Calon Wali dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono – Ririn Farabi Arafiq menepis banyaknya komentar dan isu terkait pembangunan di Kota Depok selama puluhan tahun bahkan disebut pembangunan yang ‘Margonda Centris’.
“Masyarakat Depok sudah mengerti dan paham dengan kondisi puluhan tahun yang dibangun Pemkot Depok jadi bukan omon-omon atau ada istilah Depok dibangun hanya ‘Margonda Centris’,” kata Imam Budi Hartono.
Imam mengatakan, pembangunan Kota Depok puluhan tahun sudah diketahui dan dirasakan masyarakat Depok di 11 kecamatan, walaupun ada kekurangan tentunya perlu diperbaiki melalui kerja keras dan keberlanjutan program pembangunan untuk lima tahun mendatang.
“Lihat saja program pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini dan tentunya akan terus dilanjutkan,” tegasnya.
Menurut Imam, bukti pembangunan sudah terlihat jelas di lapangan, mulai pemberian beasiswa ke warga mulai SD, SMP, SMA hingga universitas, pelayanan kesehatan ke warga hanya membawa KTP ke RSUD dan rumah sakit lainnya.
Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Depok, Ririn Farabi Arafiq mengakui, pembangunan Depok sudah luar biasa, kalaupun ada permasalahan tentunya akan terus dibenahi agar tidak kalah dengan kota perbatasan lain seperti Bekasi, Tangerang Selatan atau Bogor dan lainnya.
“Kami berdua berkomitmen membangun keberlanjutan Depok lebih maju dan berkembang lagi di masa mendatang untuk masyarakat Depok semuanya,” tutur Ririn sembari menambahkan, dirinya menjadi salah satu wanita pertama di Depok yang siap lahir batin untuk kemajuan Depok.
Sebagai salah satu calon wakil wali kota Depok satu-satunya perempuan, imbuh Ririn, dirinya akan lebih meningkatkan penanganan dan permasalahan terkait dengan perempuan atau wanita di Kota Depok.
“Perempuan punya peran penting dalam pembangunan di semua daerah, jadi jangan dianggap enteng,” pungkasnya. (AR/Debar)




