

DEBAR.COM.-DEPOK- Ajaran Islam memegang peranan penting dalam membentuk karakter. Pembentukan karakter ini tidak hanya terbatas pada aspek kognitif (pengetahuan agama), tetapi juga mencakup aspek afektif (sikap dan perilaku) serta psikomotorik (keterampilan beragama). Islam berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual yang menjadi landasan bagi pembentukan kepribadian yang baik dan bertanggung jawab.
Ajaran Islam membentuk karakter manusia agar sesuai dengan Al Quran dan As-Sunnah (sesuai dengan ajaran Islam) dan tujuan ajaran agama Islam memiliki makna penting bagi keberhasilan dalam membentuk insan yang taqwa.
Mengutip apa yang disampaikan Fadlil Al-Jamaly merumuskan tujuan pendidikan agama Islam sebagai berikut:
1. Mengenal manusia akan perannya diantara sesama (makhluk) dan tanggung jawab pribadinya didalam hidup ini.
2. Mengenalkan manusia akan interaksi sosial dan tanggung jawabnya dalam tata hidup bermasyarakat.
3. Mengenalkan manusia akan alam ini dan mengajarkan mereka untuk mengetahui hikmah diciptakannya serta memberikan kemungkinan kepada mereka untuk mengambil manfaat dari alam tersebut.
4. Mengenalkan manusia akan pencipta alam ini dan memerintahkan beribadah kepadanya.
Pembentukan Karakter
Pembentukan karakter adalah usaha yang telah terwujud sebagai hasil suatu tindakan. Karakter berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘kharrasein’ yang berarti memahat atau mengukir.
Tujuan pembentukan karakter menurut Dharma Kesuma, Cepi Triatna dan Johar Permana adalah:
1. Memfasilitasi penguatan dan pengembangan nilai-nilai tertentu sehingga terwujud dalam perilaku anak, baik ketika proses sekolah maupun setelah lulus sekolah.
2. Mengoreksi perilaku peserta didik yang tidak bersesuaian dengan nilai-nilai yang dikembangkan sekolah.
3. Membangun koreksi yang harmoni dengan keluarga dan masyarakat dalam memerankan tanggung jawab pendidikan karakter secara bersama.
Faktor Pembentuk Karakter, secara umum faktor-faktor pembentuk karakter terbagi kedalam dua kelompok, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
a. Faktor Internal adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian atau karakter manusia yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri.
Faktor internal tersebut diantaranya:
Insting biologis atau dorongan biologis seperti makan, minum dan dorongan biologis lainnya. Karakter seseorang akan terbentuk dari bagaimana cara dia memenuhi dorongan biologis tersebut.
1. Kebutuhan psikologis seperti kebutuhan akan rasa aman, penghargaan, penerimaan dan aktualisasi diri. Sebagai contoh orang yang berlebihan memenuhi rasa aman akan melahirkan karakter diri penakut, orang yang berlebihan dalam memenuhi kebutuhan atas penghargaan akan melahirkan karakter angkuh dan sebagainya.
2. Kebutuhan pemikiran, yaitu kumpulan informasi yang membentuk cara berpikir seseorang seperti kepercayaan, mitos, agama yang masuk kedalam pola pikir seseorang akan memengaruhi cara berpikirnya dan selanjutnya akan memengarungi karakter diri orang tersebut.
b. Faktor Eksternal adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian yang berasal dari dalam diri manusia namun secara langsung memengaruhi perilakunya.
Baca Juga: Mau Dapat Modal Usaha Jutaan, Ikuti Kompetisi Video Promosi UMKM
Faktor eksternal yang dimaksud adalah:
1. Lingkungan Keluarga. Keluarga sebagai agen sosialisasi primer memiliki peran penting dalam pembentukan karakter pribadi. Nilai-nilai yang berkembang dalam keluarga, kencendrungan-kecendrungan pemikiran serta pola sikap orangtua terhadap anak akan memengaruhi karaketer anak tersebut.
2. Lingkungan Sosial. Masyarakat tempat pribadi tumbuh dan berkembang pastinya memiliki nilai-nilai yang dianut dan membentuk sistem sosial, ekonomi dan politik yang nantinya mengarahkan perilaku pribadi.
3. Lingkungan Pendidikan. Institusi pendidikan formal atau sekolah memiliki peran penting dalam pembentukan karakter pribadi. Pada sekolah, pribadi ditanamkan nilai-nilai dan kecendrungan yang berkembangan dalam lingkunagn tersebut, seperti budaya dan sebagainya.
A. Hubungan Ajaran Islam dengan Pembentukan Karakter
Salah satu tujuan dari pendidikan agama Islam adalah terbentuknya karakter yang mulia atau akhlaqul karimah, adalah suatu karakter atau akhlak terpuji yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Syafaat dari terciptanya manusia yang akhlaqul karimah adalah disenanginya ia oleh makhluk di dunia dan disenanginya ia oleh makhluk langit. Akhlaqul karimah dapat dibagi menjadi tiga bagian.
Pertama: Akhlak mulia kepada Allah SWT.
Kedua: Akhlak mulia terhadap diri sendiri.
Ketiga: Akhlak mulia terhadap sesama makhluk. Ketiga akhlak tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Akhlak terhadap Allah SWT.
Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa Tiada Tuhan melainkan Allah SWT. Dia memiliki sifat-sifat terpuji demikian Agung sifat itu, yang jangankan manusia, malaikat pun tidak akan mampu menjangkau hakikat-Nya.
2. Akhlak kepada diri sendiri.
Berakhlak yang baik pada diri sendiri dapat diartikan dengan menghargai, menghormati dan menjaga diri sendiri dengan sebaik-baiknya, karena sadar bahwa dirinya itu sebagai ciptaan dan amanah Allah SWT yang harus dipertanggung jawabkan dengan sebaik-baiknya.
3. Akhlak yang baik terhadap sesama.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan pastinya akan membutuhkan orang lain untuk melangsungkan hidupnya. Oleh karenanya, perlu dilakukan hal-hal baik seperti membangun komunikasi yang baik, memuliakannya, saling tolong-menolong dan sebagainya.
4. Akhlak terhadap lingkungan.
Manusia memiliki tugas di muka bumi ini sebagai khalifah yaitu pemimpin. Dalam hal ini manusia bertugas menjaga dan merawat lingkungan serta memanfaatkannya dengan efisien.
Akhlaqul karimah dapat terwujud jika terpeliharanya sikap:
a. Arif, yaitu keadaan jiwa yang bisa menentukan hal baik dan buruk dalam urusan ikhtiariyah. Ciri orang arif adalah pandai, berpikir, cepat memahami sesuatu dan benar pemahamannya serta jernih pikirannya.
b. Zuhud, yaitu meninggalkan sesuatu yang bersifat duniawi. Zuhud bukan berarti melarang manusia untuk memiliki harta dan kesenangan dunia, akan tetapi harta yang dimiliko tidak menghalangi untuk menunaikan tugas manusia untuk beribadah kepada Allah. Ciri-ciri orang zuhud adalah selalu merasa cukup atas harta yang dimiliki, hidup sederhana dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah swt berikan.
c. Tawakal, yaitu sikap berserah diri kepada Allah atas segala urusan setelah berusaha. Sikap ini menjadikan seseorang tidak putus asa jika sesuatu yang diterimanya bukanlah sesuatu yang diharapkan dan tidak sombong ketika apa yang dia usahakan berhasil. Ciri-ciri orang yang hidupnya tawakal adalah tidak pernah berkeluh-kesah, ridho terhadap diri dan keadaannya dan selalu merasa tenang.
d. Ikhlas, yaitu mengerjakan suatu pekerjaan semata-mata hanya mengharap ridho Allah SWT.

Kesimpulan
Pengaruh ajaran agama Islam terhadap pembentukan karakter sangat besar. Pribadi yang mendapatkan ajaran agama Islam yang baik dan memiliki pemahaman atas agama Islam yang benar tentunya akan melahirkan karakter mulia yang disenangi semua makhluk yaitu Akhlaqul karimah
Pembentukan karakter ini tidak hanya terbatas pada aspek kognitif (pengetahuan agama), tetapi juga mencakup aspek afektif (sikap dan perilaku) serta psikomotorik (keterampilan beragama). Islam berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual yang menjadi landasan bagi pembentukan kepribadian yang baik dan bertanggung jawab. (AR/Debar)




