
DEBAR.COM.-TAPOS, DEPOK- PELITA (Pemuda/i Lintas Iman dan Toleransi Agama) adalah Komunitas dari para pemuda dan pemudi yang merupakan terpanggil untuk membentuk komunitas bagi lintas iman dan toleransi beragama. Menjadi bagian yang mengharmonisasi, menoleransi, membersamai untuk kemajuan kerukunan umat beragama di Kota Depok.
Berkumpunya para pemuda yang terdiri dari lintas agama ini di dasarkan pada surat dari FKUB Kota Depok Nomor: 091/PPBM-FKUB/XII/2025 tanggal, 13 Desember 2025, perihal Undangan dengan agenda sosialisasi pembentukan Forum Muda Kerukunan Kota Depok, bertempat di Saung Paroki, Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok, yang ditandatangani oleh H. Abdul Ghani , SH selaku Ketua FKUB Kota Depok.

Hadir pada kegiatan tersebut Ka.Badan Kesbangpol Kota Depok, N. Lienda Ratnanurdianny, SH, M.Hum, Ketua FKUB Kota Depok, H. Abdul Ghani, SH, KH. Ahmad Kholadi, KH. Abdullah Syafei, Ust. H. Abullah Hajar, Eka Wijaya, Romo Dion yang sudah menyediakan tempat, pada hari Sabtu, 13 Desember 2025 di Saung Paroki, Sukatani, Tapos, Depok.
Kegiatan yang diprakarsai oleh H. Abdul Ghani, SH selaku Ketua FKUB Kota Depok dipandang sangat perlu meningkatkan kerukunan antar umat beragama di Kota Depok.

“Forum ini sangat perlu, dimana nilai-nilai kerukunan antara lain kerjasama , kesetaraan dan toleransi tetap diadopsi dari Kementerian Agama,” ujar H. Abdul Ghani.
Baca Juga: Ini Agenda Jelang Tahun Baru 2026, ‘Indonesia Berzikir’
Dikatakannya, Forum Muda Kerukunan Kota Depok terbentuk secara aklamasi dengan Ketua Rafiq dari Pemuda Anshor, Sekrataris Laurentius Baskara dari Organisasi Muda Katolik dan Bendahara Muhammads Haikal dari Badan Otonomi MUI.
“Mereka akan segera Menyusun program yang disampaikan berdasarkan arahan dan petunjuk dari Ka. Ban. Kesbangpol Kota Depok dan Ketua FKUB Kota Depok,” jelasnya.

Dirinya berharap forum ini dapat menularkan nilai-nilai kerukunan antar umat beragama tersebut kepada para pemuda dan warga masyarakat khususnya yang berada di Kota Depok.
“Bukan hanya sekedar menularkan, namun harus dibekali dengan berwawasan yang lebih dapat menerima tentang perbedaan yang ada untuk ditingkatkan nilai-nilai kerukunannya,” pungkasnya. (AR/Debar)




