
DEBAR.COM.-DEPOK- Ramadan mengajarkan bahwa hidup bukan sekadar menunggu takdir, tetapi menjemputnya dengan usaha. Kita bangun sahur meski mengantuk, menahan lapar seharian, mengejar target tilawah, dan memperbanyak sedekah—semua itu adalah ikhtiar total.
Allah ﷻ berfirman, “Wa an laisa lil-insāni illā mā sa‘ā” (QS. An-Najm: 39), bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang diusahakannya.
Ayat ini menegaskan bahwa Islam mendidik umatnya untuk aktif, disiplin, dan bertanggung jawab. Ramadan bukan alasan untuk melemah, tetapi momentum menguatkan tekad dan kesungguhan dalam beribadah.
Namun setelah usaha maksimal dilakukan, kita belajar tawakal maksimal. Hasil bukan wilayah kita—apakah puasa diterima, doa dikabulkan, usaha berhasil, atau rencana berjalan sesuai harapan, semuanya berada dalam ketetapan Allah.
Baca Juga: MT. Balai Wartawan Kota Depok Gelar Pengajian Ramadan dan Buka Puasa Bersama
Nabi ﷺ bersabda, “Iḥriṣ ‘alā mā yanfa‘uka, wasta‘in billāh wa lā ta‘jaz” (HR. Muslim): bersungguh-sungguhlah terhadap yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah.
Prinsip ini berlaku dalam seluruh kehidupan: belajar sungguh-sungguh, bekerja keras, mendidik anak sepenuh hati, berdakwah dengan hikmah—lalu serahkan hasilnya kepada Allah. Inilah ketenangan sejati: bergerak dengan ikhtiar, lalu damai dalam tawakal. (MUKHRIJ/Debar)



