
DEBAR.COM.-TAPOS, DEPOK- Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Kota Depok melakukan acara syukuran Aktivasi Kawasan Ekonomi yang berlangsung di wilayah Tapos pada Kamis (29/10/2026).
Direktur Utama Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Kota Depok, H. Acep Azhari mengatakan penguatan ekonomi umat melalui kolaborasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), inkubasi bisnis, serta perluasan pemasaran produk lokal untuk membangun ekosistem usaha yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
“Kawasan ini diharapkan menjadi ruang pengembangan usaha sekaligus pusat kolaborasi untuk memperkuat potensi ekonomi masyarakat, kekuatan ekonomi umat tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri,” ujar Jiacep sapaan akrabnya disela-sela acara syukuran PINBAS Aktivasi Kawasan Ekonomi.
Dikatakan Jiacep, diperlukan keterlibatan para ulama, kiai, pengelola masjid, pesantren, komunitas, pengusaha, dan generasi muda untuk menciptakan jaringan usaha yang saling mendukung.
Karena itu Ia menilai, jejaring silaturahmi dan kekuatan jamaah dapat menjadi modal sosial untuk memperluas pasar produk lokal, terutama bagi pelaku usaha yang memiliki keterbatasan dalam menghadapi persaingan harga dan biaya promosi.
“Kalau kita perang harga, kita bisa mati. Kalau kita perang iklan, kita juga bisa kalah. Karena itu, kita ingin menggunakan jalur silaturahmi dan kekuatan berjamaah untuk mengembangkan pasar,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut perlu diwujudkan melalui gerakan bersama yang mendorong masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga ikut mendukung pertumbuhan produk lokal dan usaha berbasis syariah.
“Perluas jejaring pemasaran, PINBAS berfokus pada pengembangan SDM agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki keterampilan dan kompetensi dalam membangun usaha,” katanya.
Baca Juga: Kepala Kantor Imigrasi Depok Resmikan Beranda Imigrasi Sawangan
Lebih lanjut dikatakan, program yang didorong mencakup edukasi kewirausahaan, inkubasi bisnis, pelatihan kreator konten, pendampingan usaha, serta upaya membuka akses permodalan. Melalui pendekatan tersebut, pemuda diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk menciptakan peluang usaha dan mengembangkan bisnis secara mandiri.
“Pemberdayaan ekonomi tidak cukup hanya dengan memberikan dorongan untuk berwirausaha. Pelaku usaha juga perlu dibekali pengetahuan, keterampilan, jaringan pemasaran, dan kemampuan dalam mengelola bisnis agar mampu bertahan serta berkembang,” ungkapnya.
PINBAS juga mendorong pengembangan usaha percontohan sebagai model yang dapat dipelajari dan diterapkan oleh pelaku usaha lainnya. Dalam pengembangan ekosistem usaha, PINBAS turut mendorong produk yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari produk peternakan, daging, dan ikan hingga kebutuhan rumah tangga.
Selain itu, pengembangan produk juga mencakup kebutuhan kebersihan, seperti deterjen pakaian dan pembersih lantai, serta produk kecantikan dan perawatan kulit (skincare).
“Pengembangan berbagai lini usaha tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (AR/Debar)



