Syiar Debar ‘Hutang Kita Kepada Nabi’ Oleh: Dr. KH. Mukhrij Sidqy, MA
DEBAR.COM.-DEPOK- Jasa seseorang kepada kita atau kebaikannya sesungguhya menjadi hutang kita kepadanya. Semakin banyak kebaikan dan jasanya kepada kita, semakin banyak pula hutang jasa kita kepadanya.
Seperti kebaikan orang tua, jasa guru dan lainnya. Hal ini harus benar benar kita sadari, agar kita menjadi manusia yang tahu terimakasih.
Namun, dari seluruh manusia yang berjasa kepada kita, apakah kita sadar, bahwa yang sesungguhnya paling berjasa kepada kita dari seluruh manusia adalah Nabi Muhammad SAW.
Tidak ada manusia kecuali memiliki hutang jasa kepadanya. Karena seluruh kebaikan yang kita rasakan itu bersumber dari perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Dengan risalah yang beliau bawa, orang tua menjadi dihormati oleh anaknya, tetangga dihormati tetangganya, tamu dimuliakan tuan rumahnya, pembeli tidak dibohongi oleh penjual, rakyat tidak didzalimi oleh pemimpin, istri dibahagiakan oleh suaminya, anak dipenuhi haknya, yang muda disayangi, yang tua di hormati, harta terjaga, kehormatan terjaga, itu semua adalah syariat yang beliau bawa.
Di balik kebaikan yang kita rasakan sekarang, Nabi Muhammad SAW telah menghadapi berbagai penderitaan yang berada di luar batas kesabaran manusia pada umumnya, dari penghinaan, pemboikotan, teror dan ancaman pembunuhan. Penderitaan itulah yang sekarang kita nikmati. Maka, sadari itu, dan tahu dirilah kepada Rasulullah SAW, lalu berterima kasihlah dengan berusaha meneruskan perjuangannya. (MUKHRIJ/Debar)



