Pemkot DepokTerkini

Kadiskarpus Depok: Pentingnya Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Melestarikan Naskah Kuno

DEBAR.COM.-DEPOK- Upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga warisan budaya bangsa yang memiliki nilai sejarah, pengetahuan, dan kearifan lokal, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok menggelar kegiatan sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat dalam penyimpanan, perawatan, pelestarian, dan pendaftaran naskah kuno.

Kepala Diskarpus Kota Depok, Hj. Siti Chaerijah Aurijah menegaskan, naskah kuno merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dijaga bersama. Sebab, di dalam naskah kuno tersimpan berbagai jejak pemikiran dan tradisi yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat saat ini.

“Namun saat ini, keberadaan naskah kuno menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi fisik yang rentan rusak hingga masih minimnya kesadaran masyarakat dalam upaya pelestariannya,” ujar Hj. Siti Chaerijah Aurijah pada Selasa (21/04/2026).

Dikatakan Hj. Siti, melalui kegiatan sosialisasi ini, Diskarpus berupaya mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga dan melestarikan naskah kuno. Tidak hanya dalam hal penyimpanan dan perawatan, masyarakat juga didorong untuk mendaftarkan naskah kuno yang dimiliki agar dapat terdata dengan baik dan memperoleh perlindungan hukum.

Para peserta sosialisasi dapat memahami teknik dasar perawatan naskah kuno yang benar seperti pengaturan suhu dan kelembapan, penggunaan bahan penyimpanan yang tepat, serta penanganan yang tidak merusak fisik dokumen.

“Pendaftaran naskah kuno juga sangat penting agar keberadaannya tercatat secara resmi. Dengan begitu, upaya pelestarian dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga: Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik yang Meroket Tajam Biayanya

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya, di antaranya Dr. Aditya Gunawan, S.Pd., M.A. dari Perpustakaan Nasional RI, Dr. Yeni Budi Rahman, M.A. selaku peneliti dan dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, serta Gerdi Wiratakusuma sebagai praktisi sastra grafis. Sosialisasi juga didukung oleh Laboratorium Filologi Departemen Susastra FIB UI.

Dirinya juga menekankan bahwa pelestarian naskah kuno tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, serta berbagai pihak terkait lainnya. Kolaborasi menjadi kunci utama agar naskah kuno dapat terus terjaga dan dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.

“Semoga sosialisasi ini mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian naskah kuno di Kota Depok dan warisan budaya berupa naskah kuno tidak hanya tersimpan tetapi juga tetap hidup sebagai sumber pembelajaran dan identitas bangsa di masa depan,” pungkasnya. (AR/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button