DakwahPendidikanRagamTerkini

Tingkatkan Perekonomian Negara, Santri Yayasan Al Kamilah Minati Pengetahuan Belajar Teknologi Digital

PKM Dosen Fakultas Ekonomi UNPAM

DEBAR.COM.-BOJONGSARI, DEPOK- Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan Strategi Pemasaran Syariah ekonomi kreatif pada Pondok Pesantren oleh para santri Yayasan Al-Kamilah. Dengan Tujuannya, yaitu bagaimana strategi untuk memasarkan kearifan lokal para santri, potensi usaha yang dikelola oleh para santri, dan mengetahui model Pengembangan Pengaruh Digital sebagai sarana minat belajar pengetahuan luar santri untuk meningkatkan perekonomian negara untuk memajukan ekonomi  di wilayah Depok khususnya pada Santri di Yayasan Al-Kamilah.

Bersamaan dengan perkembangan teknologi global, sudah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan termasuk bisnis, politik, budaya, seni serta bahkan pembelajaran. Pertumbuhan teknologi tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini sebab pertumbuhan teknologi berjalan bersamaan dengan pertumbuhan ilmu pengetahuan. Tiap inovasi harus bawa manfaat positif untuk kehidupan manusia. Menawarkan kenyamanan luar biasa serta cara baru dalam aktivitas manusia. Khususnya di bidang teknologi informasi, inovasi dalam satu dekade terakhir sudah bawa banyak manfaat. Di sisi lain, walaupun pada awal mulanya diciptakan buat menggapai manfaat positif, tidak menutup kemungkinan juga digunakan untuk tujuan negatif.

Saat ini perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sudah menjadi elemen penting bagi seluruh lapisan masyarakat dalam bersosialisasi dan berinteraksi, salah satunya ialah berkembangnya teknologi informasi. Teknologi Informasi merupakan sebuah bidang ilmu yang mempelajari tentang perangkat- perangkat informasi baik itu perangkat lunak maupun perangkat keras yang berfungsi untuk mengolah dan menghasilkan informasi maupun menyampaikan suatu informasi tersebut ke perangkat informasi lainnya. interaksi, ataupun bimbingan. E-learning kerap pula dimaksud sebagai wujud pendidikan jarak jauh yang dilakukan memakai media internet.

Oleh sebab itu, supaya pendidikan tidak tertinggal dari pertumbuhan IPTEK tersebut butuh penyesuaian, paling utama yang berkaiatan dengan faktor-faktor santri/wati. Salah satu aspek tersebut merupakan media pendidikan yang butuh dipelajari serta dipahami santri/wati. Bermacam-macam inovasi telah diciptakan dalam pertumbuhan bidang pendidikan, salah satunya diisyarati dengan lahirnya konsep elektronik learning (e-learning). E-learning dimaksud selaku proses pendidikan yang memakai media elektronik dalam mengantarkan isi pelajaran, interaksi, ataupun bimbingan. E-learning kerap pula dimaksud sebagai wujud pendidikan jarak jauh yang dilakukan memakai media internet.

Baca Juga: Sosialisasi Bahaya Perilaku Korupsi dan Peran Santri Dalam Upaya Pencegahannya di Yayasan Al-Kamilah Depok

IPTEK adalah singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang merupakan disiplin ilmu yang mempelajari perkembangan teknologi berdasarkan ilmu pengetahuan. Seiring dengan berkembangnya globalisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi saling berhubungan dan berjalan bersama- sama untuk membentuk kemajuan secara global.

Indonesia sebagai negara berkembang dapat memanfaatkan teknologi digital semacam internet lewat smart phone dengan bermacam fitur semacam web, email, serta lain sebagainya. Seluruh kegiatan manusia bisa dipermudah dengan terdapatnya teknologi digital, serta siapapun bisa mengakses bermacam berbagai data, termasuk informasi tentang pendidikan.

Teknologi digital juga merupakan fasilitas penyampaian yang efisien dari perspektif komunikasi; komunikasi menjadi lebih dinamis tanpa dibatasi oleh waktu dan geografi. Komunikasi yang dicoba lewat perantara internet merupakan contoh yang baik tentang bagaimana teknologi digital sudah tingkatkan interaksi sosial. Bermacam program online menawarkan percakapan video serta perlengkapan komunikasi dua arah yang lain. Tetapi pada hakikatnya, komunikasi berbasis teknologi digital menciptakan penyampaian analog ataupun hasil yang diterima. Butuh disebutkan bahwa walaupun teknologi digital berperan sebagai saluran guna mentransmisikan data tertulis serta visual lewat gelombang sinyal, hasil yang akhirnya diterima oleh penerima merupakan analog karena bisa dialami oleh panca indera manusia.

Hal ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi selamanya akan berguna bagi kehidupan masyarakat. Tanpa IPTEK, tentu kehidupan manusia akan penuh dengan berbagai masalah dan kondisi yang tidak teratur.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin maju dan berkembang pesat dalam kehidupan masyarakat. Adapun jenis kemajuan IPTEK berdampak pada beberapa bidang, diantaranya yaitu: Bidang Informasi dan Komunikasi, Bidang Ekonomi, Bidang Pendidikan dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun teknologi memberikan banyak manfaat bagi manusia, namun di sisi lain kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada masyarakat yang menggunakannya, berikut beberapa dampak negatifnya: Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja, Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga.

1.1  Konverensi Teknologi Dari Masa ke Masa

A. Alat Komunikasi

Alat komunikasi handphone.

Sebelum ada ponsel, orang berkomunikasi menggunakan telepon. Telepon ini bukan jenis telepon cellular melainkan telepon yang dipasang di rumah. Satu pesawat telepon digunakan beramai-ramai sekeluarga. Satu rumah hanya ada satu pesawat telepon. Jadi kalau pesawat telepon itu sedang digunakan, anggota keluarga lain yang ingin menggunakan, harus menunggu si penelepon selesai menggunakannya. Itu sebabnya sekitar tahun 1990-an ada budaya menggunakan telepon seperlunya. Meskipun ada fasilitas telepon rumah, tidak semua rumah mampu memasang alat komunikasi ini. Sebab, biayanya cukup besar

B. Kamera Foto

Camera digigal.

Kamera yang beredar sebelum era digital adalah kamera analog. Kalau mau foto-foto, harus punya kameranya, lalu mengisi dengan film. Film ini bisa dibeli di toko perlengkapan fotografi, dalam bentuk roll. Satu roll ada yang isi 24 dan 36. Meskipun hanya berfoto 5 kali, tetap harus beli film isi 24 atau 36. Satu kali jepret berarti sudah menggunakan satu film. Foto yang terekam dalam satu film tidak bisa bisa diulang apalagi dihapus. Hasil fotonya tidak bisa langsung dilihat. Jadi harus menghabiskan dahulu jumlah film dalam satu roll, baru kemudian bisa mencetaknya. Setelah dicetak berulah bisa terlihat hasil fotonya.

C.    Mesin Ketik

Perangkat komputer.

Pada zaman dahulu mesin tik dioperasikan secara manual. Tidak menggunakan daya listrik. Mesin tik kala itu harus dilengkapi dengan tinta dan Anda harus menyiapkan kertas. Mesin tik ini juga menyediakan huruf seperti keyboard. Cara kerjanya adalah, Anda mengetik di tuts tersebut, lalu apapun yang Anda ketikan, langsung tercetak di kertas. Jangan sampai salah sedikit pun dalam mengetik. Sebab, kalau sampai salah, Anda tidak bisa menghapusnya. Anda hanya bisa menimpa huruf yang salah dengan menggunakan cairan putih untuk menyamarkan huruf yang salah, lalu menimpanya lagi dengan mengetikan huruf atau tulisan yang benar, di atas cairan putih itu. Sekarang orang mengetik menggunakan laptop atau komputer.

Pengaruh Teknologi digital pada santri di Yayasan Al-kamilah dalam pengetahuan luar untuk meningkatkan perekonomian negara dengan menumbuhkan pribadi yang Mandiri kreatif inovatif dalam mengambil positif pengetahuan luar melalui iptek agar mewadahi mereka untuk membuka yang luas di pesantren dengan minat untuk mengambil manfaat positif pada kemajuan  IPTEK dan lain-lain.

Dalam kesempatan ini Ketua Yayasan Al Kamilah, Ustadz H. Badruddin mengucapkkan banyak terima kasih kepada para Dosen Prodi Akuntansi UNPAM yang berkenan untuk berbagi ilmu. Selain itu Ketua Yayasan mengungkapkan, berdirinya Yayasan Al-Kamilah berawal dari menyaksikan langsung betapa banyak anak-anak yatim dan dhuafa dalam kondisi yang sangat memprihatinkan karena keterbatasan ekonomi dan sebagian besar mereka banyak yang tidak sekolah atau putus sekolah.

“Dari realita itulah akhirnya kami terpanggil dan berkeinginan kuat untuk mendirikan sebuah lembaga kesejahteraan sosial dengan harapan dapat mengasuh dan membina mereka dengan penuh kasih sayang seperti anak-anak kita sendiri,” ujar Ustadz H. Badruddin, Rabu (24/12/2025).

Sementara pada kesempatan yang sama Ketua PKM Dosen Prodi Akuntansi, Wiwik dan anggota pegabdi Diyha dan Raja Zamzami, memaparkan bahwa perkembangan teknologi digital tidak bisa di hindarkan dan akan menjadi alat yang dibutuhkan pada perkembangan kedepannya.

“Santri Al-Kamilah tentunya harus bisa menghadapi perkembangan teknologi digital yang terus berkembang,” pungkasnya. (AR/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button