Diskarpus Depok Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia

DEBAR.COM.-DEPOK- Upaya membekali generasi muda dengan kemampuan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah, membuka Pelatihan Bijak Digital untuk Orang Muda yang diselenggarakan Forum Kesatuan Pelajar Depok (FKPD) yang berlangsung di Aula Gedung Perpustakaan, Kamis (23/07/2026).
Kadiskarpus Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah mengapresiasi FKPD yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dengan tantangan era digital yang menuntut generasi muda tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menyaring informasi secara bijak.
“Atas nama Pemerintah Kota Depok, khususnya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok, saya mengapresiasi Forum Kesatuan Pelajar Depok yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat relevan dengan tantangan zaman. Workshop ini bukan hanya mengajarkan bagaimana menggunakan teknologi digital, tetapi juga bagaimana menjadi generasi yang cerdas, kritis, beretika, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan informasi,” ujar Siti Chaerijah Aurijah, Jumat (24/07/2027).
Siti menjelaskan, derasnya arus informasi di ruang digital menjadikan literasi digital sebagai keterampilan yang wajib dimiliki setiap pelajar. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks, menggunakan media sosial secara santun, menjaga jejak digital, menghargai hak cipta, serta memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Di era digital saat ini, informasi hadir begitu cepat. Namun perlu kita ingat bahwa tidak semua informasi adalah kebenaran. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital menjadi bekal penting agar kita mampu memilah informasi yang benar dari hoaks, menggunakan media sosial secara santun, menjaga jejak digital, menghargai hak cipta, serta memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: PINBAS MUI Kota Depok Luncurkan Kembali ‘Depok Halal Festival 2027’
Dirinya juga mengatakan, perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat, pusat inovasi, pusat literasi digital, sekaligus ruang kolaborasi bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
“Perpustakaan saat ini bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku. Perpustakaan telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat, pusat inovasi, pusat literasi digital, dan ruang kolaborasi bagi masyarakat. Kami membuka seluas-luasnya kesempatan bagi para pelajar untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang bertumbuh, berdiskusi, berkarya, dan mengembangkan kreativitas,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan tabayun atau verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Menurutnya, nilai tersebut telah diajarkan dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Hujurat ayat 6 yang memerintahkan umat untuk meneliti kebenaran sebuah berita sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Selain itu, ia mengutip hadis Rasulullah SAW, ‘Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam’. Menurutnya, pesan tersebut sangat relevan sebagai pedoman dalam bermedia sosial agar setiap unggahan maupun komentar yang disampaikan membawa manfaat dan tidak menimbulkan dampak negatif.
Siti mengajak seluruh peserta menjadikan literasi sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Ia meyakini semakin banyak membaca dan semakin bijak memanfaatkan teknologi, semakin besar peluang generasi muda menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
“Semakin banyak membaca, semakin luas wawasan. Semakin bijak menggunakan teknologi, semakin besar peluang kita menjadi generasi yang mampu membawa Kota Depok semakin maju dan turut mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (AR/Debar)




