SYIAR DEBAR ‘Mensyukuri Kesuksesan Pilkada Depok’ Oleh: Ustad Dr.Mukhrij Sidqy, MA
DEBAR.COM.-DEPOK- Pilkada Depok telah usai, nama Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih sudah terang benderang, hajatan bersama tersebut berlangsung sangat lancar. Yang ada didepan kita saat ini adalah pertanyaan bersama “what next?” Selanjutnya apa? Setelah sang tokoh yang dicalonkan menang lalu mau apa? Begitupun dengan para tim sukses, euforia kampanye sudah berlalu, kedepan mau apa? Segera kita semua harus move on, progressif, menyelesaikan banyak PR Kota Depok yang sudah mengantri.
Polarisasi antar kedua kubu harus segera dileburkan, saling tolong menolong dalam kebaikan, gotong royong untuk kota kita bersama. Allah SWT berfirman “Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan”. Sebelum pilkada kita bersaudara, jangan karena pilkada kita bermusuhan. Yang belum terpilih punya banyak kesempatan berkontribusi untuk Depok di berbagai sektor, dan yang terpilih jangan sampai terjebak dalam euforia kemenangan.
Dalam kampanye, para kontestan mencoba meyakinkan warga Depok bahwa mereka siap berkhidmah (mengabdi) untuk Depok. Jika niat itu jujur, tulus, dan murni, maka menang atau kalah bukan persoalan untuk berkhidmah. Kalah hanya kalah dalam pemilihan, bukan berarti kalah dalam khidmah, yang menangpun harus membuktikan janji yang sudah tersampaikan, menunjukkan etos khidmah yang nyata, bukan lagi wacana, jangan sampai kita berjanji dengan janji yang memang niat untuk kita ingkari. Rasulullah SAW bersabda “Ciri orang munafik itu tiga : jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia mengingkari, jika dipercaya ia khianat”.
Tim sukses adalah bagian dari janji itu, maka mereka bertanggunh jawab penuh untuk mengawal terpenuhinya janji. Jangan sampai satu kelompok berniat dari awal untuk ingkar janji, yang demikian berarti tolong menolong dalam perbuatan dosa. Maka, kemenangan bukan untuk dibanggakan apalagi dipamerkan, tapi ia membawa amanah besar, kepada Allah SWT, Rasul-Nya serta seluruh warga. Beratnya amanah ini tidak akan mau ditanggung kecuali oleh orang yang nekat, bahkan gunungpun menolak untuk diberi amanah atas bumi ini karena beratnya.
Kemenangan dan kekalahan dalam pemilihan adalah taufiq dari Allah SWT, yang keduanya sama-sama menjadi ujian, mana diantara keduanya yang paling kontributif dan bermanfaat (liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala). Kelak kontribusi dan manfaat itulah yang akan dilihat oleh Allah SWT, Rasul-Nya dan warga Depok semua, bukan sekedar menang kalahnya. Inilah cara kita mensyukuri pilkada kita, dengan bersyukur mudah-mudahan Kota Depok senantiasa dihujani berkah dan rahmat-Nya. (MUKHRIJ/Debar)