SDN Mekarjaya 14 Benahi Lingkungan Sekolah dan Kelas
DEBAR.COM.-ABADIJAYA, DEPOK- Peringatan HUT Ke-77 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2022 membangkitkan kembali semangat warga Unit Pelaksana Teknis Dinas Sekolah Dasar (UPTD SDN) Mekarjaya 14 mewujudkan lingkungan dan ruang kelas bersih dan sehat. Sebagai upaya memberi keindahan dan kenyamanan bagi peserta didik dan pendidik selama berlangsungnya proses belajar dan mengajar (PBM).
Warga sekolah ini memulainya dengan pembenahan dan penataan lingkungan, membersihkan ‘kebon’ tak terawat di bagian belakang. Pembersihan dan perataan lahan ini mendapat bantuan dari beberapa orang anggota Forum Komunikasi Penjaga Sekolah (FKPS) Kecamatan Sukmajaya. Di tempat ini banyak ditumbuhi pohon dan puing-puing, ternyata lahannya cukup untuk dibangun kantin sehat atau ruangan lainnya.

“Pembenahan lingkungan sekolah dibantu dan mendapat dukungan dari komite dan FKPS Kecamatan Sukmajaya,” kata Plt Kepala UPTD SDN Mekarjaya 14 Beti Nurbaeti, Senin (05/09/2022).
Selain pembenahan lingkungan bagian luarnya, guru dan orang tua murid menaata lingkungan kelas. Membersihkan dan minat indah dan nyaman untuk kegiatan proses mengajar dan belajar siswa dan guru.
“Penataan kelas ini menjadi salah satu mata lomba HUT Ke-77 RI,” kata Beti yang juga Kepala UPTD SDN Mekarjaya 31.
Dengan lomba penataan kelas ini, lanjutnya, akan menjadi bagian kegiatan dari siswa dan guru untuk menjaga kebersihan, keindahan dan kenyamanan kelas untuk belajar dan mengajar. Awalnya untuk lomba, ke depannya jadi kebutuhan dan kebiasaan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Kedepannya, tutur Beti, dirinya bersama komite akan membuat kantin sehat di atas tanah yang telah dibenahi di salah satu sudut sekolah. Dengan adanya kantin sehat, peserta didik tidak lagi jajan di luar sekolah saat jam istirahat.
“Dengan adanya kantin sehat ini ada jaminan keamanan dan kesehatan terhadap menu jajanan yang konsumsi peserta didik. Ada penawaran dari sekolah dan instansi terkait, semisal dari BPOM dan Dinkes Kita Depok,” ujarnya.

Kondisi ini adalah wajar jika proses dan hasil PBM menjadi salah satu indikator kualitas sekolah. Jika proses pembelajaran itu berkualitas, hasil pembelajaran juga akan optimal. Ada kondisi lain yang mendukung terwujudnya pembelajaran berkualitas tersebut.
“Yaitu, kondisi lainnya adalah mewujudkan lingkungan sekolah dan ruang kelas yang bersih, sehat, aman dan nyaman bagi peserta didik dan guru saat PBM,” pungkas Beti Nurbaeti.(ASH/Debar)

