OpiniRagamTerkini

Refleksi Akhir Tahun: “Dari Jejak Leluhur, Menuju Grogol CERMAT”

DEBAR.COM.-GROGOL, DEPOK- Malam refleksi akhir tahun 2025 di Kelurahan Grogol menjadi saksi, bahwa hujan tidak pernah mampu memadamkan niat baik dan kebersamaan. Di bawah rintik yang terus turun, ribuan warga tetap bertahan, menghadirkan suasana khusyuk yang justru semakin memperdalam makna acara. Sekitar dua ribu masyarakat hadir, bersama Wakil Wali Kota Depok, Camat Limo, para lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan berbagai elemen warga Grogol.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah saat memberikan sambutan pada Refleksi Akhir Tahun 2025, di Kp. Grogol, Depok.

Acara yang diawali dengan lantunan hadroh dan salawat, menyambut jamaah dengan suasana religius yang menenangkan. Tarian selamat datang kemudian mengiringi pembukaan, menjadi simbol penghormatan dan kebersamaan. Seluruh hadirin berdiri menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon, menguatkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bagian dari Grogol. Pembacaan ayat suci Al-Quran semakin meneguhkan bahwa refleksi ini berangkat dari nilai spiritual.

Memasuki sesi sambutan, Ketua Pelaksana, Zaini Serih menyampaikan laporan singkat kegiatan, diikuti pesan dari Lurah Grogol, Boni Sobari Kusumah yang menyoroti tantangan dan harapan bagi “Grogol Kita”.

Kehadiran Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rachmansyah juga memberikan motivasi tersendiri, menegaskan dukungan pemerintah terhadap gerakan masyarakat yang tumbuh dari bawah.

Nuansa religius semakin terasa saat Sholawat Burdah dilantunkan dengan iringan musik akustik, yang kemudian dilanjukan oleh Jiacep secara khusus menyampaikan refleksi tentang “Peta Jalan Grogol”. Mengupas jejak hingga harapan kedepan tentang makna Grogol CERMAT (Cerdas Religius Maju Bermartabat).
Jiacep mengajak hadirin menoleh ke belakang, mensyukuri proses, sekaligus menatap masa depan dengan rendah hati.

Baca Juga: Refleksi dan Resolusi 2026: Bersama Depok Maju dalam Kepemimpinan yang Kolaboratif

Puncak kekhusyukan hadir dalam sesi mauidhah hasanah yang di bawakan dengan penuh makna oleh Ustadz Muhamad Abdurahman dengan mengajak jamaah bermuhasabah, disusul istighosah oleh Kiai Syamsudin sebagai Doa Bersama agar Grogol dijaga dari perpecahan dan diberi keberkahan. Hujan yang terus turun seakan menjadi saksi bisu, mengiringi doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh ketulusan.

Malam itu, refleksi akhir tahun 2025 bukan sekadar agenda, tetapi menjadi perjalanan batin bersama—menyatukan sejarah, nilai, dan harapan, demi Grogol yang terus bertumbuh dan berdaya. (AR/Debar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button